“Gue tadi udah SMS ke dia, Bego,” ujar seorang cewek berseragam SMA yang seangkot dengan saya kepada temannya.

Apa? Bego? Dia menyebut temannya dengan pangggilan Bego? Panggilan itu mungkin memang hanya bisa dikatakan untuk orang dekat. Semacam panggilan akrab, mungkin panggilan sayang. Tapi masak ya panggilan sayang dengan mengadopsi kata-kata yang kurang baik?

Saya ingat waktu SMP dulu. Seorang teman mengajukan usul untuk menggunakan nickname baru untuk kami berempat: bodoh, bego, stupid, dan tolol. Waktu itu saya kebagian bodoh. Ya, buat lucu-lucuan, tapi jadinya benar-benar enggak lucu. Kasihan teman saya yang dapat nickname tolol, terkadang teman-teman yang lain ikut-ikutan memanggil dia tolol.

Karena nggak lucu sama sekali, akhirnya nickname itu diubah: honey, darling, sweetie, dan baby. Saya kebagian sweetie. Nah, kalau ini lebih enak didengar.

Ngomong-ngomong soal panggilan sayang, ada tuh teman saya yang menyebut teman dekatnya “Kampret”, “Monyet”, dan juga ada yang menyebut “Monyong”. Rasa-rasanya terdengar akrab, tapi enggak suka ah. Masak manggil teman akrab dengan nama binatang yang enggak ada lucu-lucunya. Bahkan binatang itu sering kali dijadikan umpatan. Menurut saya nggak sopan, meski yang bersangkutan enggak keberatan.

Kenapa coba nggak panggil aja dengan “Ayank”. He he kalau itu sih panggilan buat pacar ya ;P Ya pokoknya masih ada banyak sesuatu yang bisa dijadikan panggilan sayang yang sopan dan yang enak didengar.

Misalnya saja, saya punya teman namanya Hany yang saya panggil dengan Hany bani stroberi. Saya dan teman saya saling memanggil “Dear” atau “Darling”. Dulu ada juga teman dekat (bukan spesial) yang memanggil saya “Cantik” dan sebagai feedback-nya saya panggil dia “Ganteng”.

Panggilan sayang bisa juga berasal dari bagian lain nama teman kita atau sedikit diplesetkan tanpa mengacu pada sesuatu yang jelek. Contohnya saja, nama saya Vita, teman-teman ada yang memanggil saya “Vitong” atau “Pipit” (huruf P untuk mengganti V, karena banyak yang memanggil saya Vit). Ada juga yang memanggil saya Titta (ada yang menuliskannya dengan 1 huruf T, tapi saya lebih suka memakai double T, sebab tita (dengan 1 T) dalam bahasa Filipina berarti tante) karena terpengaruh panggilan adik-adik ke saya, Mbak Titta. Itu beberapa alternatif kalau mau memanggil orang lain dengan sesuatu yang sedikit berbeda =)

About these ads