Orang-orang miskin

Karya: WS Rendra www.nastyish.com Orang-orang miskin di jalan, yang tinggal di dalam selokan, yang kalah di dalam pergulatan, yang diledek oleh impian, janganlah mereka ditinggalkan. Angin membawa bau baju mereka. Rambut mereka melekat di bulan purnama. Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala, mengandung buah jalan raya. Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa. Bayi gelap dalam batin. Rumput dan [...]

Kenangan dan Kesepian

Karya: WS Rendra Rumah tua dan pagar batu. Langit di desa sawah dan bambu. Berkenalan dengan sepi pada kejemuan disandarkan dirinya. Jalanan berdebu tak berhati lewat nasib menatapnya. Cinta yang datang burung tak tergenggam. Batang baja waktu lengang dari belakang menikam. Rumah tua dan pagar batu. Kenangan lama dan sepi yang syahdu .’. Rendra melukiskan [...]

Makna Sebuah Titipan

Karya: WS Rendra Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa : sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Allah bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, bahwa putraku hanya titipan Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku? Dan [...]

Surat Cinta

Karya: WS Rendra Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah, Wahai, dik Narti, aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya, Wahai, dik Narti, [...]

‘ Si Burung Merak’ Itu pun Pergi….

www.kapanlagi.com Waktunya habis dalam 73 tahun. Kini tiada lagi sajak-sajak baru yang memukau khas dirinya. Sebab ‘Si Burung Merak’ itu kini telah pergi dan tidak akan kembali…. Dunia sastra berduka. Willibrordus Surendra Broto Rendra yang  lebih dikenal sebagai WS Rendra dan populer dengan julukan Si Burung Merak itu pergi. Setelah beberapa waktu terbaring sakit, Rendra [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.