Tags

, ,

gambar: www.biskom.web.idgambar: http://www.biskom.web.id

Teknologi memegang peranan penting dalam dinamika kehidupan manusia, tak terkecuali bidang pertahanan dan keamanan. Misalnya saja, untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kemampuan TNI, tentunya diperlukan jaringan informasi dan komunikasi.

Teknologi informasi (TI) merupakan teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah dan menyebarluaskan informasi. Informasi yang dimaksudkan mencakup numerik seperti angka, audio dan teks, dan citra seperti gambar dan sandi. Teknologi ini antara lain meliputi: telekomunikasi, sistem komunikasi optik, sistem pita video dan cakram video-komputer, jaringan kerja data, serta videoteks dan teleteks.

Dengan adanya TI maka pengiriman informasi dan proses komunikasi bisa dilakukan dengan lebih cepat, akurat, handal, dan aman. TI bisa diaplikasikan untuk keperluan militer lantaran teknologi tersebut merupakan dual use system, artinya tidak hanya bisa digunakan untuk keperluan non-militer. Di bidang pertahanan, sistem informasi yang modern (akurat dan mutakhir) tentunya dapat mendukung pengambilan keputusan dalam setiap kondisi. Apalagi kekuatan militer dewasa ini banyak tergantung pada TI lantaran pengaruhnya pada peningkatan kewaspadaan negara.

Mengintegrasikan Informasi Pertahanan
Sistem informasi yang terintegrasi dengan baik tentunya akan memudahkan pekerjaan selanjutnya. Apabila alat-alat penunjang kerja Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara memiliki sistem informasi yang holistik maka tugas ketiga matra tersebut dalam menjaga Negara dari berbagai bentuk ancaman akan lebih terkoordinasi.

Internet merupakan bagian dari perkembangan teknologi informasi. Dengan internet, informasi bisa didapat dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu internet pun bisa dimanfaatkan untuk mengintegrasikan informasi yang ada.

Internet pada awalnya merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Proyek berbasis komunikasi data paket ini bertujuan menghubungkan para periset ke pusat-pusat komputer, sehingga mereka bisa bersama-sama memanfaatkan sarana komputer seperti disk space, data base dan lain-lain. Selain itu, proyek tersebut juga membuat sistem jaringan komunikasi antar komputer yang tersebar di daerah-daerah vital. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Internet Protocol (IP) memegang peranan penting dalam jaringan sistem informasi karena bisa menghubungkan komunikasi dari darat, laut, udara, maupun luar angkasa. IP juga memiliki kemampuan untuk membuat bermacam-macam sistem komunikasi. Karena itu meskipun menggunakan sistem yang saling tidak kompatibel namun antara yang satu dengan yang lain tetap bisa saling berbicara. Komunikasi antar matra pun bisa dijembatani, sehingga informasi dapat disebarkan dengan lebih baik dan lebih mudah. IP pun bisa digabungkan dengan sistem GPS atau Loran, untuk memberikan informasi posisi yang akurat dan realtime mengenai keadaan di lapangan.

Apabila Pusat Komando IP terbentuk, maka pergerakan semua angkatan bersenjata bisa dimonitor oleh Panglima TNI ataupun Presiden. Bahkan Panglima TNI dan Presiden bisa berkomunikasi langsung dengan personel AL, AU, dan AD di lapangan. Dengan demikian, bila ada ada kapal asing masuk ke wilayah Indonesia, instruksi dari pusat komando bisa segera diberikan. Informasi pun bersifat realtime, menyeluruh, didapatkan dari tangan pertama, serta ada keterpaduan operasi gabungan.

Saat ini, pertukaran data maupun informasi di lingkungan Dephan sudah mulai digunakan meskipun belum secara menyeluruh. Beberapa dinas di TNI juga sudah mulai menerapkan Dokumen Manajemen Sistem Elektronik meski secara keseluruhan belum terintegrasi dengan Markas Besar. Dephan sebenarnya telah memiliki Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) yang bertugas menata perencanaan pertahanan antara Dephan dan Mabes TNI. Namun kendalanya, sering kali data yang dibutuhkan tidak lengkap. Hal itu terjadi karena masih ada data yang diolah dan disimpan secara manual.

Strategi Pertahanan
Kemajuan TI berimplikasi pada pergeseran paradigma memenangkan perang. Pada awalnya, cukup dengan konsep Komando dan Kendali (Kodal / K2), yang pada prinsipnya merupakan hubungan intern antara komandan dengan anak buahnya dalam tugas operasi. Namun kemudian komunikasi dengan satuan lain dalam suatu operasi menjadi keharusan sehingga lahir konsep baru yaitu Komando, Kendali, dan Komunikasi (K3). Dengan teknologi komunikasi yang semakin mutakhir, maka ditambahkan keterangan atau data intelijen (K3I).

Informasi yang akurat dan strategis memang menjadi faktor yang sangat menentukan bagi kekuatan pertahanan suatu negara. Sebab informasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komando dan kendali yang merupakan kunci setiap operasi.

Informasi menjadi dasar pembuatan kebijakan atau untuk menyusun strategi dalam menghadapi ancaman yang ada. Taktik brilian untuk menggempur lawan tidak akan terlahir tanpa adanya informasi yang lengkap, akurat, dan cepat. Ke depannya, tidak hanya informasi, tetapi seluruh sensor dan sistem persenjataan dapat terhubung secara penuh dalam sebuah lingkungan perencanaan, penaksiran, dan pelaksanaan yang terintegrasi untuk mengimplementasikan kebijakan maupun strategi di lapangan.

Penutup
TI sebenarnya tidak mahal dan justru memberikan banyak penghematan jika digunakan berdasarkan kebutuhan dan digunakan pada tempatnya. Bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, penataan sistem TI untuk menunjang sistem pertahanan memang harus dilakukan. Sebab pengumpulan informasi (utamanya data intelijen) dari berbagai daerah dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi. Akses terhadap sumber dan jaringan informasi menjadi semakin penting bagi para pemimpin di jajaran Dephan untuk melahirkan kebijakan sektor pertahanan.

Dengan sistem TI yang baik maka akan mendorong efisiensi kerja, waktu dan optimalisasi sumber daya manusia. Keberhasilan sistem ini bukanlah kerja instan melainkan membutuhkan proses untuk sosialisasi dan pelatihan terhadap segenap personel. Di era informasi seperti sekarang ini, faktor yang menonjol adalah mind (pengetahuan atau pikiran). Agar tidak bergantung pada negara lain, maka Indonesia juga harus mengembangkan teknologinya sendiri agar tidak kalah dengan negara lainnya.
Bahan Bacaan:

Eko Joko Murwanto, Pemanfaatan Jaringan Internet dalam Mendukung Pertahanan Negara, buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?mnorutisi=7&vnomor=16 – 24k –

Sejarah Internet, http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet

Implikasi Teknologi Informasi Terhadap Strategi dan Manajemen Pertahanan,
http://www.dephan.go.id/modules.php?name=Sections&op=viewarticle&artid=57 – 22k –

Konsep Teknologi Informasi, http://elista.akprind.ac.id/staff/catur/UST–SI%20dan%20Jarkom/Konsep%20TI/Materi1-Konsep%20TI.doc