Tags

, ,

3 Pasangan capres-cawapres siap bersaing dalam Pilpres 2009. Inilah mereka

1. Jusuf Kalla-Wiranto yang didukung 2 Parpol: Golkar dan Hanura

jkwin

Mereka berdua tampak romantis saat akan mendaftarkan diri sebagai pasangan capres-cawapres di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Sabtu (16/5/2008). Sebelum mendaftar keduanya salat dhuha terlebih dahulu di Masjid Sunda Kelapa. Setelah itu mereka berdua berjalan kaki menuju kantor KPU dengan diiringi musik rebana. JK-Win adalah pasangan yang pertama kali mendeklarasikan diri sebagai capres-cawapres, dan sekaligus pasangan pertama yang mendaftar ke KPU.

2. Megawati-Prabowo yang didukung 3 Parpol: PDIP, Gerindra, dan Partai Buruh

megawati-prabowo

Pasangan ini adalah yang terakhir mendeklarasikan diri ikut berkompetisi dalam pilpres 2009. Pembicaraan koalisi antara PDIP dan Gerindra terkesan alot. Mencuat kabar, hal itu dikarenakan keduanya sama-sama menginginkan posisi sebagai presiden. Namun pada Jumat 15 Mei 2009 menjelang tengah malam, agaknya kedua pihak bisa menjembatani kepentingan masing-masing dengan baik. Akhirnya Mega Pro pun resmi berpasangan, meski ada celetukan usil yang mengatakan ‘Mega dan Prabowo kawin paksa’.

3. SBY-Boediono Didukung 23 Parpol antara lain: Partai Demokrat, PAN, PKS, PPP, PKB, PDS, PBB, PIS.

sby-boed

Sejumlah nama dikantongi pihak SBY untuk ditunjuk sebagai cawapresnya. Ada Soetrisno Bachir, Hata Rajasa, Muhaimin Iskandar, Akbar Tanjung, dan lainnya. Namun kemudian mencuat kabar, SBY menginginkan cawapresnya adalah orang yang mengerti benar soal ekonomi. Karena itu nama Gubernur BI Boediono dan  Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disebut-sebut. Akhirnya Jumat kemarin dengan mengambil tempat di Sabuga, Bandung, SBY mendeklarasikan dirinya maju sebagai capres dengan didampingi Boediono. Boediono adalah satu-satunya kandisat dari kalangan profesional. Majunya pria pendiam ini juga banyak menimbulkan kontroversi di kalangan 23 parpol pendukung SBY.

Lantas siapakah yang akan jadi pemenang? Pencontrengan masih 2 bulan lagi. Dalam kurun waktu itu, ketiga pasangan harus bekerja keras menarik simpati rakyat. Hitung-hitungan di atas kertas, SBY-Boediono yang didukung paling banyak parpol, logikanya bisa meraup suara dengan mudah. Namun Boediono bukanlah sosok yang populer di masyarakat. Cukupkah figur SBY menempatkan keduanya di kursi tertinggi republik ini?

JK-Wiranto adalah 2 figur yang dikenal publik. Sebelumnya pernah terjadi mis komunikasi di anatra keduanya ketika beberapa waktu lalu JK pernah menyebut ‘ada penumpang gelap di Golkar’. Saat itu Wiranto tersinggung dan berniat mengsomasi JK. Meski partai baru, Hanura mampu menerobos 10 besar dalam perolehan suara Pemilu Legislatif 2009 karena ada figur Wiranto. Kini, sanggupkah perpaduan keduanya mampu menarik suara rakyat lebih banyak daripada dua kandidat lainnya?

Mega-Prabowo juga cukup dikenal publik dengan baik. Mega adalah putri proklamator Bung Karno yang pernah menduduki posisi Presiden RI. Dia pun sudah sejak lama bergelut di panggung politik. Sedangkan Prabowoyang telah sekian lama menjadi bagian keluarga Cendana juga memiliki sepak terjang yang lumayan di kalangan petani lantaran posisinya sebagai ketua HKTI. Bersama Gerinda, Prabowo juga berhasil masuk jajaran 10 besar parpol dengan suara terbanyak di Pemilu Legislatif 2009. Meski tampaknya keduanya melakukan ‘kawin paksa’ namun bisakah keharmonisan terbina dalam 2 bulan sehingga mereka dapat merangkul rakyat untuk memilihnya?

Hidup itu seperti dadu. Hidup seperti bola. Hidup seperti roller coaster. Banyak hal yang digunakan untuk menggambarkan seperti apa hidup itu. Dalam dunia politik, 1+1 tidak selalu hasilnya dua. Terkadang hitung-hitungan di atas kertas tidak menggambarkan realitas sebenarnya. Jadi kita tunggu saja adegan-adegan yang akan terjadi dalam panggung politik negeri ini.