Tags

, , ,

Nurvita Indarini – detikcom

Money + koin
Jakarta – Berapa kali Anda belanja dalam sebulan? Berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk belanja? Apakah belanjaan Anda benar-benar barang yang dibutuhkan?

Belanja adalah aktivitas yang kerap membutuhkan uang banyak. Tak jarang, kantong pun terkuras habis. Belanja diidentikkan sebagian kalangan sebagai pola hidup konsumerisme. Kegiatan ini bahkan menjadi hobi beberapa orang.

Tahukah Anda Buy Nothing Day alias hari tanpa belanja? Buy Nothing Day bukan istilah baru. Namun belum banyak orang yang tahu dan berniat menjalani hari tanpa belanja ini.

Di berbagai belahan bumi, hari tanpa belanja tidak dirayakan seragam. Di Amerika Serikat dan Kanada biasanya dirayakan pada sehari setelah perayaan Thanksgiving. Pada 2007 ini, AS merayakan pada 28 November 2007. Menurut wikipedia, Hari Tanpa Belanja di Indonesia biasa dirayakan pada Sabtu pekan terakhir bulan November.

Hari Tanpa Belanja ini telah dirayakan secara internasional di lebih dari 30 negara. Perayaannya dipilih berdasarkan hari yang paling memungkinkan orang-orang menghabiskan waktu untuk berbelanja.

Kegiatan ini pertama kali dicetuskan oleh seniman dari Vancouver bernama Ted Dave yang kemudian dipromosikan oleh majalah Adbusters Kanada pada 1993. Orang-orang yang merayakan hari tersebut tidak akan bertransaksi jual-beli selama 24 jam. Lalu biasanya partisipan melakukan kampanye menyerukan bahaya konsumerisme kepada publik, dan mengajak mereka untuk berpartisipasi.

Mengutip dari wikipedia, tujuan Hari Tanpa Belanja adalah untuk memberikan kesadaran publik agar lebih peka terhadap apa yang dibeli, dan seharusnya mempertanyakan produk-produk yang dibeli dan perusahaan-perusahaan yang membuatnya. Selain iti juga membuat orang berhenti dan berpikir tentang apa dan seberapa banyak yang mereka beli telah berpengaruh pada lingkungan dan negara-negara berkembang.

Anda adalah apa yang Anda Beli. Memang tidak berlebihan bila kegiatan belanja sedikit direm. Sebab di sudut lain Bumi ini masih banyak kaum papa yang sulit mendapat makan dan mengakses pendidikan.
(nvt/ana)