Tags

, ,

waktu2

Langit menjelaga meninggalkan kecerahannya saat mentari tertawa

Jam dinding yang menggelayut manja pada tiang jati arogan

terus memutarkan ketiga jarum hidupnya

Bayi yang meronta menangis seketika tua dan merenta

lalu meninggalkan nama

Mawar jingga menanggalkan mahkotanya hingga buruk dan rubuh

Tapak kaki terus menjauh meninggalkan tato yang tak permanen

Semua berpusing sepertiku

Semua merangkak bagaiku

Berjalan di padang pasir, wangi melati, dan duri kaktus

kadang perih, kadang lega, dan senyum

Hanya bisa menengok tanpa mampu kembali

Semua berjalan sepertiku