Tags

,

HAN

Anak-anak adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya. Karena di tangan anak-anak inilah masa depan bangsa digantungkan. Karena itulah setiap 23 Juli diperingati Hari Anak Nasional untuk mengingatkan kita semua bahwa anak-anak berhak mendapat perlindungan, dan anak-anak pun memiliki hak-haknya sendiri yang harus diperhatikan dan dilindungi.

Hari Anak Nasional bermula dari gagasan mantan presiden Soeharto yang melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa. Mulai 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI No 44/1984, ditetapkanlah tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional.

Pendidikan dan kesehatan adalah sebagian kecil dari hak-hak yang dimiliki anak. Meski pemerintah telah menyakan komitmennya untuk dua hal itu, namun masih kerap ditemukan kasus anak-anak tidak bersekolah lantaran orangtuanya tidak memiliki biaya ataupun mereka harus bergelut dengan penyakit tanpa akses kesehatan yang memadai.

Di Indonesia, masalah anak masih  sering dijumpai. Ada anak-anak yang terjun dalam eksploitasi seksual komersial, anak-anak yang bekerja, maupun masalah kenakalan anak akibat kesalahan pengasuhan dan pengaruh buruk lingkungan. Eksploitasi seksual komersial dan masalah anak bekerja tentunya tak luput dari kondisi ekonomi dan sosial. Karena itu, perlu keseriusan yang lebih dari pemerintah, kontrol dan advokasi dari civil society pun tak kalah pentingnya.

Terkait dengan kenakalan anak, teknologi yang berkembang pesat dewasa ini mau tidak mau dan suka tidak suka, telah memberikan dampak negatif (meski dampak positif tetap ada). Terkadang anak menjadi dewasa sebelum waktunya akibat asuhan teknologi yang tanpa kontrol. Mereka terkadang sudah mendapat tontonan yang seharusnya belum boleh diakses oleh anak seumuran mereka lantaran kemudahan akses teknologi.

Dalam keluarga yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas, kerap kali membekali handphone pada anak-anaknya. Fungsi handphone tidak lagi untuk berkomunikasi namun juga untuk memfoto, merekam gambar, ataupun mengakses internet. Tanpa pengawasan memadai dari orangtua, kejahatan teknologi akan menyerang anak-anak dengan begitu mudahnya.

Tidak berhenti sampai situ saja. Televisi, komputer, laptop, dan  DVD player adalah seperangkat elektronik yang berpotensi pula menjadi teknologi jahat bagi anak-anak. Karena itu, ada baiknya orangtua tidak melengkapi kamar anaknya dengan alat-alat elektronik semacam itu. Intinya, janganlah terlalu royal kepada anak untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

Orangtua hendaknya menjadi guru yang baik bagi anak-anak ketika mereka di rumah. Untuk itu, belajar hal-hal baru dan update pengetahuan dan kemapuan bukan hanya menjadi milik anak semata. Terkait dengan tugas belajar, sebaiknya orangtua tidak memaksa. Karena sebenarnya dunia anak adalah dunia bermain. Sehingga biarkanlah anak bertumbuh sesuai fase perkembangan jiwanya, meski bukan berarti tanpa pengawasan sama sekali. Dengan memberi pengertian yang baik dan masuk akal kepada anak-anak, pasti mereka akan mengerti dan memahami mengapa mereka boleh dan tidak boleh melakukan sesuau, serta mengapa mereka boleh dan tidak boleh memiliki sesuatu.

Selamat Hari Anak, anak-anak Indonesia. Semoga kalian tumbuh menjadi generasi yang berkualitas tinggi sehingga mampu membawa bangsa dan negara ini menjadi bagsa dan negara yang berkualitas tinggi pula. Semoga peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya sekadar seremonial belaka.  Sehingga dunia yang sehat, penuh keriangan, dan semangat bukan sekadar retorika.

 blontankpoer.blogsome.com blontankpoer.blogsome.com