Tags

, ,


Judul tulisan curhat saya kali ini bukannya mau membahas judul lagu grup musik Nidji. Tapi itulah saya sekarang. Bukan mantan pacar dari A, B, C, dan D. Tapi karena saya mantan pekerja dari salah satu perusahaan media di Tanah Air.


Kemarin saya ngobrol via Yahoo Messenger dengan teman sekantor saya dulu. Ada banyak sekali yang kami perbincangkan. Dia bertanya apa yang akan saya lakukan setelah menyelesaikan kuliah. “I luv writting and don’t like speak in front of the people. Masih berpikir apakah nanti jadi wartawan lagi atau enggak.”

Beberapa bulan lalu, ketika saya ke kantor untuk mengambil surat keterangan resign, bagian HRD bertanya kapan saya akan kembali gabung dengan kantor. “Wah sepertinya with or without me sama saja, Mbak. Kalau saya dibutuhkan saya akan pulang, kalau tidak ya saya akan mencari tempat lain.”

Pertengahan 2008 lalu, saya TERPAKSA resign karena harus sekolah. Salah satu teman kuliah berujar, “Ya, saya sering membaca tulisan kamu.” Ucapan itu disampaikan ketika saya menyebut latar belakang pekerjaan sebelumnya. Ada sedikit rasa senang karena tulisan hasil rekonstruksi realitas yang saya lakukan dibaca orang. Maklum, sebelumnya tulisan-tulisan saya hanya menjadi konsumsi sendiri.

Jujur, dalam hati masih selalu ada mantan kantor saya itu. Kalau kantor meminta nomor kontak pada saya, saya senaaang sekali, karena saya merasa masih menjadi bagian dari tempat itu. Tapi sekarang saya hanyalah sang mantan. Tidak ada hubungan apapun lagi antara saya dengan kantor itu.

Saya kangen. Tidak salah kan kalau sang mantan ini kangen. Cinta lama itu bersemi kembali meskipun saya yakin tidak akan ada masa depan yang akan kami jalin. Meskipun begitu, saya akan setia menyimpannya di salah satu ruangan yang memang saya siapkan khusus buat dia.