Tags

http://ekstra.kompasiana.com/group/fiksi/2009/11/16/alienasi-jodoh/

Asih menikah bulan lalu. Dia adalah temanku sejak kecil. Beruntungnya dia bisa menikah dengan Alan, lelaki ganteng dan sopan yang mapan. Mereka berpacaran sejak duduk di bangku SMA. Bagi Asih, Alan adalah pacar pertamanya. Di pesta pernikahannya, Asih tampak sangat bahagia. Wajahnya berseri-seri, dan senyuman tak kunjung hilang dari bibir tipisnya.

30 Menit yang lalu, aku baru saja menghadiri resepsi pernikahan Vito. Dia adalah mantan pacarku. Kami berpacaran selama 1,5 tahun. Lalu karena ada masalah, kami sepakat mengakhiri hubungan itu, setahun yang lalu. Vito lalu menjalin hubungan dengan mantan pacarnya saat kuliah dulu, dan menikahlah mereka. Vito terlihat sangat bahagia. Aku melihat ada cinta yang terus menyala ketika dia menatap istrinya. Mata elang yang dulu selalu menyapa hari-hariku itu kini harus kulupakan.

Sekarang di tanganku ada undangan resepsi pernikahan Nicky. Nicky adalah laki-laki yang pernah menyukaiku. Dia menyatakan cintanya padaku 4 tahun lalu. Tapi aku tidak bisa menerima dia masuk terlalu jauh dalam hidupku. Sebab aku tidak pernah bisa menganggap Nicky lebih dari teman. Meskipun dia begitu baik dan sangat perhatian padaku, meskipun dia pintar, walaupun dia ganteng.

Nicky tidak pernah menyerah untuk memenangkan hatiku. Saat aku jomblo, dia selalu ada untukku. Dia menemaniku ke dokter saat aku sakit,  menjemputku pulang kerja saat aku pulang kemalaman, selalu mendengar keluh kesahku, juga meminjamiku uang saat dompetku kosong. Ketika aku punya pacar, Nicky tidak berubah. Dengan setia dia menungguku dengan tetap menghujaniku dengan perhatian-perhatiannya. Hingga akhirnya dia lelah mengejar bayanganku dan memilih perempuan lain untuk menjadi pendampingnya.

Sekarang, tinggal aku sendiri yang masih sendiri. Boro-boro mau menikah, pacar saja tidak punya. Terkadang aku menyesal sudah ignore perhatian dan keberadaan Nicky. Menyesal melepaskan Vito hanya karena masalah sepele. Tapi bukankah waktu tidak bisa diputar ulang. Tidak akan ada yang berubah meski aku menyesal dengan sangat atau menangis meraung-raung.

Di tengah kesendirian yang mencabik-cabik hatiku, aku membuka laptop dan menyambungkan dengan internet. Perlahan kuketik situs penyedia layanan mesin pencari. Di kotak pencarian kuketik: Devaluna Pramesti + cinta. Tidak lama muncullah tulisan-tulisan bertema cinta hasil tulisanku sendiri yang kupublish di blog. Hingga lebih dari seperempat abad hidup, aku merasakan berbagai cinta dan memiliki berbagai kisah cinta. Dari cinta monyet hingga cinta terlarang. Tapi semuanya berakhir begitu saja, dan aku terhempas sendiri dengan luka dan sakit yang kurasakan sendiri.

“Tuhan siapakah seseorang yang sudah Kau siapkan buatku?” tanyaku. Tidak ada suara. Tuhan tidak menjawab. Lalu aku mengetikkan kata-kata kunci di mesin pencari: Siapakah jodoh Devaluna  Pramesti. Ha ha bodoh sekali, mana ada takdir seseorang bisa ditemukan melalui mesin pencari. Karena lelah dengan kesendirianku, aku sampai melakukan hal konyol.

“Tuhan aku lelah sendiri. Aku ingin seperti mereka, bisa berbagi segalanya dengan orang yang dicintai. Hadirkanlah orang yang tepat di waktu yang tepat Tuhan,” pintaku.

Tiba-tiba, hapeku berbunyi begiu aku selesai meminta pada Tuhan. Serentetan nomor asing muncul di layar hapeku. “Halo,” sapaku.

“Luna?” tanya suara laki-laki di seberang.

“Iya. Ini siapa ya?”

“Ardi. Ingat?”

“Ardi teman TK-ku?”

“Iya. Wah masih ingat ya.”

Mana mungkin aku lupa sama Ardi si cinta monyetku.

“Aku telepon rumah kamu dan minta nomor hape kamu.  Mm, bisa ketemu nggak Lun? Kangen juga ya udah hampir 10 tahun nggak ketemu. Aku sekarang juga di Jakarta nih.”

“Oya? Wah boleh. Besok aja gimana?” tanyaku sambil menyebut nama tempat di kawasan Jakarta Pusat

“Boleh. Ok see you.”

Apakah Ardi seseorang yang dikirim Tuhan buatku? Apakah Ardi jawaban dari doaku? Hmm coba kulihat nanti.

Jodoh…. Kadang jodoh itu datang dengan cara yang tidak diduga. Orang yang menjadi jodoh kita juga terkadang orang yang tidak kita pikirkan sama sekali. Lalu siapa jodoh kita? Inilah rahasia Illahi yang akan terungkap pada saatnya nanti.