Tags

Yeach, it’s been 6 years since you left us… It’s been 6 years, but I still cry to this day. Still have the same feeling as that day…

Kenangan itu kembali datang. Kenangan saat terakhir aku mendengar kau mengerang meski tak lagi membuka mata. Kenangan saat aku terakhir kali bisa memelukmu, melihat wajahmu, dan mencium pipimu. Tak pernah kusangka aku akan kehilangan dirimu secepat itu.

Sudah 6 tahun, dan kangen ini semakin menyeruak. Apalagi ketika beberapa waktu lalu kulihat lagi tumpukan baju dan juga fotomu. Malam lalu kau datang, seolah ingin mengobati kangenku. Kau datang dalam raut bahagiamu, dalam sehat, dan dalam senyum. Kau pulang ke rumah. Di rumah kecil itu ada lagi sosokmu. Sosok ayah buat kami bertiga, anak-anakmu. Ada bapak, ibu, aku, dan adik-adik. Betapa lengkapnya keluarga kita. Kita tertawa bersama, berbagi cerita seperti bertahun-tahun lalu.

It’s been 6 years since you left me, Dad… Selama 6 tahun belakangan ini banyak sekali yang terjadi. Kami bertiga beranjak dewasa. Lalu ada tangis dan tawa yang hadir tanpa dirimu. Ada banyak cerita, tentang cinta, tentang sakit, tentang benci, dan tentang bahagia. Semoga kau turut melihatnya dari sana. Semoga kau ikut tertawa saat kami tergelak…

Pak, kuharap Bapak tenang dan damai di sisi Allah. Kuharap Bapak bahagia. Aku di sini, di bumi, akan selalu belajar untuk dewasa. Aku akan menjaga semua yang kau tinggalkan hingga tiba waktuku nanti. Aku tidak ingin mengecewakanmu. Aku ingin selalu menjadi gadis kecilmu yang selalu kau banggakan, sampai kapanpun…