Tags

,

(Gambar: http://xpresiriau.com/headline/pd-hilang-pakai-mak-comblang/)

“Biasanya aku berpikir nggak akan balik sama orang yang sama. Kalau udah ya udah, nggak perlu balikan lagi,” kataku via YM ke temenku.

“Tapi kalau masih cinta balikan lagi juga gak dilarang,” jawab temanku.

“Ha ha, tapi aku terlalu gengsi buat pedekate duluan, apalagi buat nembak.”

“Apa perlu mak comblang? Aku bersedia loh. Kesetiaanmu nggak diragukan lagi, so pasti akan diterima lagi.”

“Tapi udah banyak yang berubah. Tanpa aku pun dia bisa berjalan, bahkan lebih tegak daripada dulu waktu aku masih sama dia.”

“Tapi kamu akan tetap berharga buat dia.”

“Mungkin. Tapi aku nggak pernah melihat tanda-tanda dia akan membuatku balik. Jadi kayaknya aku akan belajar buat pindah ke lain hati. Ada lamaran nggak formal yang belum kuiyakan dan belum kutidakkan. Aku tadinya sering menghujatnya, tapi rupanya jarak cinta dan benci itu memang tipis banget ya. Mungkin, akan kupikirkan tawarannya.”

“Kamu harus mendapatkan yang lebih baik.”

“Meski bagiku sampai sekarang cuma dia yang terbaik. Ha ha, aku terlalu subjektif. 2 Tahun 9 bulan kan bukan waktu singkat.”

Tiba-tiba mengalun lagu:

lepaskanlah ikatanmu dengan aku
biar kamu senang
bila berat melupakan aku
pelan-pelan saja

…. (Pelan-pelan Saja by Kotak)