Tags

,

Menjelang tengah malam, nada sms di hapeku berbunyi. Pengirimnya adalah temanku. Intinya dia bertanya, “Udah sampai mana tulisan lo?”

Aku jawab: “Belom ke mana-mana, soalnya mood gw lagi up and down nih.”

Lalu suatu siang, aku mendapat sms dari teman yang lain: “Apa kabar tesis lo?”

Aku jawab: “Gini-gini aja. Gw lagi nggak mood soalnya.”

Lalu suatu siang yang lain aku juga curhat ke teman yang lain kalau tesisku belum ada perkembangan signifikan.

Dan di siang yang lain saat aku ke kampus, lagi-lagi aku ditanya perkembangan tesisku.

Huft, kenapa sih mood selalu menjadi alasanku. Padahal aku pernah dengar dari Andrea Hirata: tidak mood sebenarnya menjadi pembenar seseorang untuk tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kata Andrea, dia iri dengan orang yang punya mood. Andrea harus menulis dan bekerja karena dia memang harus begitu dan bukan karena mood, Dia beralasan, kalau tidak menulis maka dia tidak makan.

I don’t know, something missing inside here….  Come on get up! Get up! Yeach, very easy to say get up to anybody else, but it’s hard to do by myself. May be now I need you to say get up…