Tags

, ,

Entah kenapa aku suka sekali dengan kata corat-coret. Kata ulang ini sering kujadikan nama blog, kuucapkan, dan kutuliskan. Ya mungkin karena aku suka sekali corat-coret.

Bila aku sedang membawa kertas dan ballpen, pasti aku langsung mencorat-coretnya, entah dengan menggambar sesuatu, atau dengan menulis sesuatu. Apa yang kutulis? Bisa apa saja. Puisi, tulisan kecil, namaku, atau kata-kata yang hanya aku sendiri yang tahu maknanya. Namanya juga corat-coret nggak jelas.

Kalau menggambar, apa yang kugambar? Bisa apa saja juga, tapi biasanya aku menggambar wajah, rumah, mobil, kotak, gunung, danau, pohon, dan bunga.

Kapan aku corat-coret? Bisa kapan saja. Di tengah kuliah, saat bimbingan tesis, ketika mendengarkan musik,  sewaktu mengerjakan tugas kelompok, saat menunggu, wah kapan saja asal aku memegang kertas dan ballpen pasti aku bisa langsung corat-coret di sela-sela waktuku. Buktinya hampir semua buku tulisku ada corat-coretnya.

Corat-coretku itu sebenarnya juga menggambarkan suasana hatiku. Makanya dulu ada seseorang yang mengatakan kalau aku adalah orang yang ekspresif. Semua yang ada di hati dan pikiran langsung diekspresikan lewat corat-coret. Ha ha, keekspresifan-ku itu mungkin ya yang membuat seseorang itu suka sama aku. Ahh cerita lama.

Kalau di bawah ini adalah hasil gambarku, bukan corat-coret seperti biasa.