Tags

,

(Gambar: http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/5287671/farmville-main_Full.jpg)

Jam dinding Juventus di kamarku menunjuk angka 2, itu artinya sudah pukul 01.30 WIB. Jam-nya memang diset 30 menit lebih cepat. Di luar gerimis. Kadang angin dingin masuk ke kamar melalui ventilasi di atas pintu.

Aku sedang sibuk mengetik. Tiba-tiba, “Hieeee… hieeee…” Suara ringkikan kuda mengagetkanku. Astaga kuda siapa meringkik tengah malam begini.

Itu adalah kuda peliharaanku. Aku punya tak kurang dari 5 ekor kuda. Selain itu ada juga kambing, domba, bebek, ayam, sapi, kalkun, rusa, banteng, angsa, kelinci, babi, dan kucing. Beberapa bulan ini aku memang sedang mencoba jadi petani dan peternak.

Aku bukan petani kaya. Tidak punya rumah, tidak ada tanaman sawah yang ditanam, dan areaku sangat tidak indah. Isi daerah persawahan dan peternakanku itu kebanyakan berasal dari belas kasih teman-temanku. Ada teman yang khusus memberikan hadiah personal, tapi ada juga hadiah yang kuambil atas reward dari kerja keras temanku.

Farmville. Betul sekali. Aku lagi suka main Farmville setelah sebelumnya suka mengurusi pet-ku yang kukasih nama Barry Blue. Senang rasanya bisa panen buah-buahan dan mengambil hasil ternak, memberi hadiah ke teman, atau menerima hadiah-hadiah dari teman. Dosenku ada juga yang suka memainkan permainan ini, bahkan kami sering tukar menukar hadiah.

Ada juga temanku, seorang master matematika yang kukenal waktu kami sama-sama les italy, yang sering bermain Farmville. Dia juga rajin share reward ke teman-temannya.  Malahan dia yang paling rajin. Saking rajinnya bertani, areal sawah dan peternakannya terasa sempit. Di mana-mana pohon, tanaman sawah, hewan, dan berbagai dekorasi. Hmmm saat pusing, bosan, penat, kesal, Farmville cukup membantu untuk relaks🙂