Bayi mungil itu lahir pada Ramadhan 2008 lalu. Beratnya tidak sampai 3 kg. Kulitnya hitam kemerahan saat keluar dari rahim ibunya.

Athar. Itulah nama yang saya berikan buat dia. Sebuah kata dari bahasa Arab yang artinya kurang lebih bersih, tulus, suci. Itulah doa saya buat jagoan kecil itu. Setelah mendapat banyak masukan dan orangtuanya berkontemplasi, bayi itu memiliki nama lengkap Tsaqif Athar Ramadhan.

Tidak terasa, kini dia sudah setahun lebih. Giginya sudah 6. Dia sudah bisa berjalan. Ya, sekarang Athar sedang lucu-lucunya.

Mungkin karena gatal atau risih, Athar suka sekali menggigit. Lengan saya pernah menjadi korban.  Kalau sedang kesal Athar juga suka menggigit. Haduuuh dia sudah mulai nakal.

Anak kecil adalah peniru yang baik. Athar dengan cepat merekam apa yang dia lihat dan dia dengar. Sekarang dia sudah mengenal gambar kuda, kucing, bebek, gajah, kelinci, monyet, dan beberapa hewan yang lain. Dia sudah hafal suara sapi, kambing, kucing, ayam, dan lainnya.

“Miauw, miauw.” Saya menirukan suara kucing.

“Mau, mau.” Athar menirukan suara saya. Lucu sekali.

Kalau saya menulis dengan ballpen, dia tidak mau kalah. Kalau saya sedang membaca dia juga ingin melakukan hal yang sama. Kalau saya sedang mengetik di laptop, dia buru-buru mendatangi saya dan ikut-ikutan memencet keyboard. Kalau saya sedang makan, Athar juga mau makan makanan yang sama. Kalau saya meniup rambut poni saya, Athar juga berusaha melakukan hal serupa. Kalau saya menyanyi, dia memperhatikan bibir saya.

Kadang kalau Athar sedang minum susu dari botol, saya suka menggodanya. “Mau dong,” kata saya. Dengan segera Athar mengulurkan botolnya.

Athar suka mengejar-ngejar ayam. Kebetulan ada ayam milik tetangga yang sering berkeliaran di halaman. Tanpa takut, dia mengejar ke manapun ayam itu pergi. Kalau sudah begitu, saya jadi ikut lari-lari. Tentu saja saya tidak mengejar ayam, tetapi mengejar Athar.

“Mbak, mbak,” panggil Athar ke saya. He he dia kesulitan menyebut tante.

Pekan lalu Athar menangis waktu saya pamit mau pergi. Wah saya jadi ikut nangis deh😦

Ini dia my lovely Athar…. Ganteng ya he he he