Tags

,

(Zac ketika memberi keterangan pers. Gambar: http://www.juventus.it)

Kedigdayaan Juventus belum terlihat sejak klub yang berdiri pada 1897 ini kembali ke Serie- A pada 2007. Claudio Ranieri dan Ciro Ferara belum bisa membawa Juventus seperti satu dekade lalu, atau seperti sebelum tedegradasi ke Serie-B lantaran skandal calciopoli.

Di musin 2009/2010, Juventus memulai start cukup bagus. Bahkan pelatih Timnas Italia Marcello Lippi menjagokan Juve sebagai pemegang scudetto musim ini. Namun hasil yang dicapai Juve tidak konsisten. Suatu hari membantai Napoli 3-0 namun disaat yang lain dipermalukan 3-0 oleh AC Milan di kandang sendiri.

Klub berjuluk La Vecchia Signora ini tersingkir dari ajang Liga Champions yang dibuntuti dengan semakin melorotnya peringkat di klasemen sementara Liga Serie-A Italia, dan yang terbaru adalah kekalahan di Copa Italia. Petinggi Juventus mengambil langkah dengan mengganti sosok pelatih. Kebijakan klasik yang selalu diambil ketika prestasi klub tengah terpuruk.

Alberto Zaccheroni dipercaya menukangi Juventus menggantikan Ciro Ferara. “Kami telah mencapai kesepakatan kontrak untuk musim ini, namun secara substansial ada opsi bagi Juventus untuk memperpanjang hingga musim depan,” jelas Deputi Direktur Umum Juventus Roberto Bettega tentang status kontrak Zac. Demikian dikutip dari http://www.juventus.it (29/1/2010).

Zac lahir di Meldova, Provinsi Cesena-Forli, Italia pada 1 April 1953. Zaccheroni punya jam terbang sebagai pelatih yang cukup tinggi. Dia pernah mengarsiteki Cosenza pada 1994. Tim lain yang pernah diasuhnya adalah Udinese. Di situlah dia meramu formasi 3-4-3 dengan mengedepankan penyerangan melalui trio Poggi, Bierhoff dan Amoroso. Selama 3 musim Zac melatih klub yang bermarkas di kota Friuli itu.

Perjalanan Zac berlanjut ke kota Milan ketika dia dipercaya mengasuh AC Milan. Prestasi bagus ditorehkannya pada 1998/1999 ketika membawa Rossoneri meraih scudetto. Di musim 2001/2002 Zac melatih Lazio. Bersama Biancocelesti, pria 56 tahun ini pernah memuluskan langkah Juve meraih scudetto lantaran menghempaskan Inter Milan (pesaing terdekat Juve kala itu) dengan skor 4-1 pada 5 Mei 2002.

Pada 2003, Zac kembali ke kota Milan. Kali ini tim yang dibesutnya adalah Inter Milan. Pada Musim panas 2006 hingga Januari 2007, Zaccheroni menjadi pelatih Torino.

Pemanggilan Zaccheroni oleh Juventus dinilai setengah hati oleh beberapa kalangan. Sebab kontrak Zac secara resmi hanya sampai Juni 2010 atau sampai musim kompetisi 2009/2010 usai, meskipun ada kemungkinan diperpanjang. Setengah hati itu ditengarai karena Juve sebenarnya berniat menggandeng pelatih yang lebih baik seperti Rafael Benitez, atau Guus Hiddink.

Mantan gelandang AC Milan, Zvonimir Boban, menilai Zaccheroni bukan solusi bagi krisis mental dan performa Juventus. Menurutnya akan lebih baik Juve mempertahankan Ferara hingga akhir musim. Sebab Zac membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan meramu formasi yang tepat bagi Juve.

“Juventus menunjukkan ketiadaan karakter dalam menghadapi situasi ini, seiring terpilihnya Zaccheroni sebagai pelatih sementara. Saya pikir, akan sulit bagi seseorang sepertinya untuk mengambil alih tim di tengah musim,” ujar Boban seperti dikutip dari bola.kompas.com (30/1/2010).

Laga perdana Juventus bersama Zac adalah saat menghadapi Lazio pada 31 Januari 2010. 20 Pemain yang disiapkan Juve untuk menghadapi Lazio adalah: Caceres, Chiellini, Felipe Melo, Cannavaro, Del Piero, Amauri, Chimenti, Manninger, Zebina, Giovinco, Grygera, Sissoko, Candreva, Paolucci, Diego, De Ceglie, Yago, Leggrotaglie, Marrone, dan Giandonato.

Sedangkan pelatih Lazio Davide Ballardini telah menyiapkan: Mauri, Diakitè, Kolarov, Muslera, Luciani, Coppola, Berni, Stendardo, Dabo, Radu, Zarate, Firmani, Siviglia, Lichtsteiner, Rocchi, Makinwa, Baronio, Sevieri, dan Cruz untuk melawan Juve.

Juventini berharap Juventus dapat bermain lebih baik di sisa musim kompetisi ini. Setelah tersingkir dari berbagai ajang kompetisi, maka yang paling bisa dilakukan adalah mengejar ketinggalan 16 poin dari pimpinan klasemen Serie-A, Inter Milan. Namun ini pun bukan pekerjaan gampang. Zac harus mengembalikan semangat Del Piero dkk yang menuai 9 kekalahan dari 12 pertandingan terakhir.

“Saya suka tantangan, putaran hidup baru dimulai. Skuad ini sangat penting dan saya tak tahu berapa banyak tim yang superior dibanding Juve. Saya akan memakai kecakapan saya, tapi lebih dari itu saya yakin dapat mengatasi tantangan ini,” kata Zac saat diperkenalkan ke publik.

Sulit, bukan berarti tidak mampu dilakukan. Zac dan skuad Juve tengah berjuang untuk itu. Semoga berhasil!

(Zac dan sesi latihan Juventus. Gambar: http://www.juventus.it)