Tags

, ,

(Gambar: http://www.enjoytravelvietnam.com)

Usai mengikuti tour Mekong Delta, saya dan adik mencari penginapan. Alhamdulillah tanpa kesulitan kami mendapatkan tempat menginap yang lumayan di Pham Ngu Lao St. Setelah meletakkan ransel, kami pergi ke Golden Dragon Water Puppet Theatre menggunakan taksi Vinasun. Jenis mobil yang kami gunakan adalah Toyota Innova, tarif awalnya VND 9.5 atau lebih mahal VND 0.5 daripada Vinasun Corolla.

Ongkos taksi dari De Tam Street hingga teater yang berlokasi di Nguyen Thi Minh Khai (masih di Distrik I juga) adalah VND 21.500. Pertunjukan dimulai pukul 18.30 dan berakhir pukul 20.00. Harga tiket masuknya VND 70.000 (booking tiket bisa juga dilakukan di hotel atau guest house). Kami dapat kursi paling belakang, namun ketika pertunjukkan berlangsung, petugas membolehkan kami pindah ke kursi depan yang masih kosong.

Pertunjukan menggunakan bahasa Vietnam dan diiringi live traditional music. Meskipun nggak ngerti apa yang diomongin, tapi semua pengunjung bisa menikmati. Water puppet ini sudah dikenal di Vietnam sejak abad ke-11 dan menjadi kebanggaan masyarakat Vietnam. Karenanya sering ditampilkan di berbagai festival internasional atau saat kegiatan pertukaran budaya dengan negara lain.

Pertunjukan dibuka dengan musik. Selanjutnya ada 17 babak yang yang bisa disimak yakni: Penaikan bendera festival, Narator: Teu, Tarian naga, Di atas kerbau dengan seruling, Agrikultur, Menangkap kodok, Membesarkan bebek dan menangkap rubah, Memancing, Kembali ke Tanah Air, Tarian singa, Tarian phoenix, Raja Le Loi dalam perjalanan perahu atau legenda ‘Pemulihan Pedang’, Anak-anak bermain di air, Balap perahu, Unicorn bermain bola, Tarian peri, dan Tarian 4 binatang suci.

Usai pertunjukkan, muncullah beberapa orang yang menggerakkan wayang-wayang itu. Mereka mengenakan baju tahan air. Saya masih bingung juga bagaimana ya menggerakkan wayang-wayang itu tanpa memperlihatkan orang-orang yang menggerakkan. Mungkin mereka menggerakkannya dengan semacam stick dari balik layar bambu yang menjadi background panggung. Apa nggak masuk angin ya berkubang lama-lama di dalam air. Nonton pertunjukan ini seperti nonton film kartun, karena semua wayangnya bergerak. Misalnya waktu lagi mendayung, tangan-tangan mereka semua bergerak. Saya suka sekali sama pertunjukan ini. Lucuuu… Bagussss. Nggak heran juga pihak penyelenggara mengklaim: Not watching a performance of Water Puppetry means not visiting Vietnam yet.

Paling suka waktu adegan  Narator: Teu. Pengisi suaranya bagus banget. Jadi saat itu ada wayang yang lagi ngasih pengumuman ke warga “Elo, elo, elo…” Maksudnya mungkin ‘Halo, halo, halo….” Juga waktu adegan bebek jatuh cinta, terus lahirlah telur, telur itu dirawat hingga menetaslah anak bebek. Lucuuu, kami semua tertawa melihatnya.

(Gambar: http://www.insea.co.uk/Dance_of_the_Phoenix.jpg)

Usai menonton pertunjukkan, kami melihat para pedagang souvenir di luar gedung teater. Harganya masih masuk akal. Misalnya saja 1 keychain dihargai VND 5.000. Ada juga yang jual semacam kaligrafi di atas kanvas. Pengen beli, tapi karena nggak tahu itu tulisan apa ya kami urungkan niat itu. Ada juga warung makan yang jual sosis, baso tusuk, dll, tapi kami nggak beli karena takut terbuat dari pork.

Saya dan adik mengambil foto di Tai Dan Park yang berada di samping kiri teater. Lalu kami melakukan city tour HCMC sendiri dengan berjalan kaki. Bisa sih menyewa sepeda motor, tapi kami lebih suka berjalan kaki karena nggak ribet parkir. Kami pergi ke Independence Pallace dan berfoto dari luar pintu gerbangnya.

Kami juga pergi ke Cathedral Notre-Dame yang merupakan peninggalan Perancis dan Kantor Pos. Itu seperti kawasan kota tua. Kedua gedung itu memang berdekatan. Biasanya Kantor Pos dipakai sebagai latar foto pre-wedding. Perjalanan berlanjut ke Gedung Opera. Setelah foto-foto, kami jalan lagi.

Orang-orang Viet Nam lagi bersiap menyambut Tahun Baru Tết Nguyên Đán atau Tet yang jatuh pada hari terakhir bulan terakhir kalender lunar hingga hari ketiga bulan pertama kalender lunar.  Untuk menyambutnya beberapa jalan dihias meriah dengan lampu dan bunga-bunga kuning. Tahun ini Tet dirayakan pada 14 Februari. Sesaat menjelang Tet, katanya harga barang-barang jadi naik. Saat Tet, orang-orang Vietnam biasanya berkumpul bersama keluarga dan makan makanan tradisional bersama.

Kami juga pergi ke Ben Thanh Market untuk membeli oleh-oleh. Sebelumnya, saat lewat Jalan Pasteur kami mampir ke pedagang souvenir di pinggir jalan untuk membeli pernak-pernik khas Vietnam.

Sayang kami tidak sempat mampir ke Pagoda Xa Loi, War Remnants Museum, People Commitee Hall, harbour, dan Ho Chi Minh Museum. Seandainya kami punya satu hari lagi, pasti semua tempat itu bisa kami kunjungi. Nggak apa-apa, mungkin next time🙂

Malam itu capek sekali, karena kami beberapa kali muter-muter di tempat yang sama he he, kami berdua memang sering disorientasi arah. Sampai penginapan pukul 23.55, dan saya langsung tepar….