Tags

, ,

(Gambar: http://www.tcbmag.com)

Pergi ke daerah baru tentu akan memberi pengalaman baru, juga teman-teman baru. Pun ketika saya dan adik pergi ke Ho Chi Minh City (HCMC), Vietnam. Meski hanya 3 hari namun kami banyak bertemu dan mengenal banyak orang. Dan bermain tebak-tebakan kewarganegaraan cukup asyik.

“Where are you from?” tanya karyawan AP Travel pada kami berdua.

“Just guess.”

“India?”

Ha ha India? Mungkin dia mengira, orang yang memakai kain penutup kepala berasal dari India. Nehi! Nehi!

Di saat yang lain, Katty, kenalan dari Taiwan, malah menebak kami dari Amerika. Hah? Ha ha ha. Ada bulenya dari mana ya….

Kebanyakan sih orang-orang menebak kami dari Malaysia. Mungkin karena kami berkerudung, dan kebanyakan perempuan Malaysia yang ke HCMC itu kerudungan. Sedangkan backpacker dari Indonesia yang nggak pakai kerudung, umumnya disangka orang Filipina.

Saat kami nunggu bus 152 tujuan bandara Tan Son Nhat, ada orang yang ngeliatin kami terus. Waduh curiga nih, jangan-jangan dia copet. Tapi akhirnya dia bertanya: “Malaysia?” Rupanya dia pernah pergi ke Malaysia dan melihat banyak perempuan berkerudung di sana.

Oh ya, saya senang deh bisa ketemu orang-orang Italia saat tour Mekong Delta, so saya bisa praktek Italiano. “Voi siete Italiani?” tanya saya pada pasangan suami istri Italia yang ikut tour itu.

“Si. E tu?”

“Indonesia.”

Ternyata mereka tinggal di Bologna. Langsung deh kami ngobrol dengan serunya, apalagi kalau bukan soal sepakbola. Ha ha ngobrol seru jangan dibayangkan kalau saya ini lancar cas cis cus Italiano ya. Soalnya kami hanya berebut menyebut nama-nama pemain sepakbola Italia.

“Sono sempre stata tiffoso della Juve. Il mio giacatore preferito e Alessio Tacchinardi.”

“Ma Tacchinardi non piu gioci per La Juve,” sahutnya (kalau gak salah dia jawab begitu deh).

Selain suami istri itu, ada seorang Italiano lagi, namanya Motta. Dia kerja di pariwisata dan pernah ke Indonesia sekitar 15-20 tahun lalu.

Kami juga kenalan dengan bapak-bapak dari Kanada. Kasihan deh dia, kameranya diambil orang waktu belum lama tinggal di HCMC. “It was not an expensive camera, but the pictures…,” ujarnya sedih. Tapi wajahnya jadi ceria waktu cerita punya kenalan cewek Bulgaria yang cantik. Dia ngasih no hape-nya ke cewek itu dan berharap banget cewek itu menghubungi dia. Ha ha, mo selingkuh ya Pak…. Kenalan lainnya dari AS. Dia segera meminta foto bersama begitu tahu kami dari Indonesia.

Oh ya, waktu foto-foto  di dekat Ben Tham Market, tiba-tiba ada cowok yang nyamperin kami. Dia langsung bisa menebak kami dari Indonesia. Trus dia ngomong banyak tentang pemain-pemain sepakbola Indonesia. Namanya Andy. Dia tampak pengen ngobrol banyak, tapi kami buru-buru say goodbye karena harus segera ke bandara untuk pulang ke Tanah Air.

Vietnam nggak jauh berbeda dengan Indonesia. Maklum, masih sama-sama negara Asia, satu kawasan pula di Asia Tenggara. Iklimnya pun tidak berbeda. Indonesia punya alam yang nggak kalah bagus. Kalau pemerintah Indonesia mau serius menggarap, ada banyak tempat yang bisa menarik banyak wisatawan asing. Kalau mereka banyak yang datang kan devisa juga mengucur deras.

Indonesia bukan hanya Bali. Tempat-tempat lain juga punya daya tarik. Kalau Vietnam bisa memamerkan Cathedral Notre Dam dan Kantor Pos-nya, Indonesia juga punya banyak kawasan kota tua. Kalau Vietnam bisa membanggakan wisata militer melaui Cu Chi Tunnelnya, seharusnya Indonesia juga jangan mau kalah. Indonesia kan juga pernah melakukan perang gerilya yang pasti juga punya banyak taktik untuk mengecoh musuh.

Mekong Delta Tour adalah salah satu andalan Vietnam dan dipromosikan di mana-mana. Yang seperti ini kita juga bisa melakukannya. Bukankah Indonesia juga punya banyak sungai? Sekali lagi, Indonesia bukan hanya Bali.