Dalam setiap telur semoga ada burung dalam setiap burung
semoga ada engkau dalam setiap engkau semoga ada yang senantiasa terbang menembus silau matahari memecah udara dingin
memuncak ke lengkung langit menukik melintas sungai
merindukan telur

Sapardi Djoko Damono

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Aku suka sekali sajak ini. Setiap kali membeli telur dan makan telur, segera teringat sajak ini. Setiap kali membaca sajak tersebut, entah mengapa seperti mendengar langsung Sapardi yang berujar, “Dalam setiap engkau semoga ada yang senantiasa terbang menembus silau matahari memecah udara dingin memuncak ke lengkung langit menukik melintas sungai.”

Aku merasa ada energi ribuan Joule yang ingin disalurkan oleh Sapardi kepada ‘engkau’. Agar ‘engkau’ tidak letih mengepakkan sayapnya. Agar ‘engkau’ bisa terbang setinggi-tingginya. Agar ‘engkau’ tidak menyerah.

Kemarin aku membeli telur ayam. Aku tengah merindukan telur.