I’m not an angel. Yes I have emphaty and simphaty, but I’m not a super human. It’s just me, trying to be one of good people in this planet, but I’m just an ordinary woman who only have one heart.

“Kalau mau marah, marah aja di depan orangnya. Jangan cuma marah di depan kaca.”

“Lo tuh terlalu permisif. Ok kalo lo mo jadi nice, tapi lo bukan malaikat.”

Iya, saya marah. Saya marah. Marah sekali. Arrrghhhhh!!!!!

Tapi… Dari sahabat Abu Hurairah ra, seseorang pernah datang dan meminta nasehat kepada Rasulullah Saw dan berkata, “Berikanlah nasehat kepadaku.” Rasulullah Saw menjawab : “Janganlah engkau marah.” Orang itu pun mengulang-ulang pertanyaan yang sama dan Nabi Saw (tetap) menjawabnya, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhori).

Dalam satu riwayat disebutkan, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw “Perbuatan apakah yang paling mulia?” Rasulullah Saw pun menjawab, “Akhlak yang terpuji, yaitu janganlah kamu marah, meskipun kamu mampu melampiaskannya.”

Dalam QS Ali Imran ayat 133-134 disebutkan, setiap muslim dituntut untuk berperilaku dan berakhlak Islami, dan salah satu tanda ketaqwaan seseorang ada pada kemampuannya untuk mengendalikan sikap marah dan itulah sifat penghuni surga.

Setidaknya ada 5 hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan amarah menurut ajaran Islam.

1. Membaca ta’awudz ketika marah

Rasulullah pernah mengajarkannya kepada dua orang sahabat yang saling mencaci dengan mengatakan, “Sesungguhnya aku akan ajarkan kalian suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilanglah kemarahan kalian, yaitu bacaan A’uudzubilaahi minasysyaithaanirrajiim. “ (H.R Bukhari)

2. Mengubah posisi badan ketika marah

Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian marah, sedangkan dia dalam posisi berdiri, hendakhlah dia duduk. Kalau telah reda atau hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum reda, hendaklah dia berbaring” (H.R Abu Daud)

3. Diam atau tidak berbicara

Rasulullah saw bersabda, “Apabila di antara kalian marah, maka diamlah” (H.R Ahmad).

4. Berwudhu

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu diciptakan dari api, dan api itu bisa padam jika diredam dengan air, maka apabila di antara kalian marah, berwudhulah” (H.R Ahmad)

5. Lakukan shalat

Langkah terakhir adalah dengan melakukan shalat dua rakaat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu (amarah), maka hendaklah dia bersujud (shalat)” (H.R Tirmidzi).

Iya lebih baik diam (daripada ngomel) and turn off all my mobile phones for a while…. Butuh sedikit hening untuk menerbitkan jutaan senyum. To forgive and forget, and to ignore the pain.

“I’m pretty, but I’m not beautiful. I sin but I’m not the devil. I’m good but I’m not an angel.” ~ Marilyn Monroe

Esensi tulisan bersumber dari:

http://ikadijatim.org/?p=278

http://masantonku.yolasite.com