Tags

Hidup adalah gabungan berbagai adegan. Seperti dalam film, pasti ada adegan yang menyenangkan, menyedihkan, memalukan dan sebagainya. Terkadang dalam hidup terjadi force majeur yang membuat kita berkata “Oooh tidak.”

1. Rok sobek I

Waktu itu saya dan 3 teman magang di salah satu organisasi di Jakarta. Saya dan dua teman lainnya lebih memilih memakai celana panjang saat pergi ke kantor, sedangkan seorang lagi lebih suka memakai rok. Saat naik bus dari depan Sarinah, tiba-tiba “Breeeeeettttt.” Oooh tidak, rok bagian belakang teman saya sobek panjang sekali. Kami yang di belakang dia berusaha menyelamatkannya dengan menempelkan semua tangan kami ke pantat dia. Untung teman saya ada yang memakai jaket sehingga bisa digunakan untuk menutupi rok sobek itu.

2. Rok sobek II

Waktu itu saya harus mengikuti masa orientasi siswa SMA baru. Saya diantar bapak ke sekolah naik sepeda motor, saat turun dari motor tiba-tiba “Breeett.” Oooh tidak, rok saya sobek di bagian samping. Waktu sudah mepet sehingga saya nggak mungkin pulang. Waduh pusing juga ini, saya seperti artis ibukota saja. Untung ketemu teman satu SMP yang membantu saya mengumpulkan peniti dari anak-anak lainnya. Hasilnya, saya seperi warung peniti berjalan.

3. Gigi Lepas

Ini cerita bapak teman saya. Suatu ketika dia pergi ke kondangan. Dia makan makanan seperti dodol dan ngobrol seru bersama teman-temannya. Tiba-tiba, oooh tidak, giginya menempel di makanan seperti dodol itu. Rupanya bapak teman saya itu pakai gigi palsu.

4. Salah Ambil Sandal

Ini kisah teman SMA adik saya, sebut saja Dion. Dion ini ceritanya habis dari rumah kami buat katakan cinta gitulah ke adik saya. Usai dari rumah kami, Dion mampir ke rumah teman sebangku adik saya buat curhat. Nggak lama Dion pamit pulang. Eh 15 menit kemudian dia balik lagi ke rumah teman adik saya. Kenapa? Oooh tidak, si Dion rupanya salah ambil sandal. Sandal yang dipakainya buat pulang tadi adalah sandal bapak teman adik saya.

5. Salah Tarik Tas

Waktu itu usai sidang kasus mutilasi siswi SMU Poso di PN Jakarta Pusat. Saya dan reporter lainnya berdesak-desakkan mewawancara keluarga korban. Tiba-tiba salah satu teman meminta saya untuk menarik tas dia yang terjepit. Karena saya lagi sibuk mencatat keterangan narasumber, saya pun asal saja menarik tasnya. Waduh kok susah banget sih ini tas ditarik. Eh loh kok malah ada aksi tarik menarik, jadi curiga deh teman saya itu mau dicopet. Waktu saya nengok, rupanya ada reporter TV yang lagi melototin saya. Oooh tidak, rupanya bukan tas teman yang saya tarik tapi tas reporter TV itu. Ampun Mbak, saya bukan copet….