Tags

,

Manusia diberi otak tidak hanya untuk berpikir tetapi juga untuk mengingat. Beberapa orang mengingat dengan baik peristiwa-peristiwa yang pernah dilaluinya. Namun beberapa yang lain tidak bisa mengingat dengan detil. Kesan suatu peristiwa memang sering kali berpengaruh besar terhadap ingatan seseorang.

Ketika bayi lahir ke dunia ini seharusnya itu menjadi kesan tersendiri buatnya, tapi kok saya nggak ingat ya. Saya nggak ingat apa kata pertama yang saya ucapkan waktu mulai belajar bicara. Memori saat saya belajar merangkak, duduk, berdiri, bahkan berjalan pun tidak berhasil saya panggil. Karena nggak bisa ingat saat itu, kadang saya jadi merasa begitu lahir tidak mengalami masa bayi he he he.

Kata orangtua saya, dulu saya begitu gembira menyambut kelahiran adik saya. Saya berkali-kali memanggil-manggil adik dan tidur di sebelahnya. Hmm artinya saat itu saya umur setahun. Nggak ingat. Saya nggak bisa memanggil memori saat umur setahun.

Saya ingat dulu punya boneka kura-kura warna biru. Saya ingat pernah jatuh di kamar mandi sampai bibirnya jontor dan membuat ibu saya menangis meraung-raung. Saya juga ingat punya gaun warna biru, yang ingin sekali saya pakai tapi kebesaran (hadiah dari nenek saya).Hmm mungkin saat itu saya berumur dua tahun. Soalnya beberapa saat sebelum masuk sekolah, gaun itu sudah pas saya pakai.

Masing-masing orang punya kemampuan berbeda dalam memanggil memorinya. Teman saya ada yang nggak ingat saat-saat sebelum sekolah. Malah ada yang baru bisa memanggil memorinya mulai waktu SD.

Ada nggak ya orang yang ingat waktu masih bayi…. Kenapa saya nggak bisa ingat waktu umur saya 0 sampai sebelum 2 tahun ya? Apa karena otak yang terlalu muda? Atau kenapa ya?