Tags

, , ,


(Gambar: http://www.kompas.com/)

PMS adalah istilah yang sering kita dengar sehari-hari. Tapi PMS yang mana? PMS bisa berarti Penyertaan Modal Sementara. PMS juga bisa berarti Penyakit Menular Seks. PMS dalam tulisan ini adalah premenstrual syndrome.

Premenstrual syndrome merupakan berbagai gejala fisik, psikologis, dan emosional, yang terkait dengan siklus menstruasi. Hal ini dirasakan oleh 3 dari 4 perempuan. Artinya, 90% perempuan berusia produktif mengalami beberapa perubahan fisik dan psikis sebelum menstruasi.

Gejala fisik yang sering dirasakan saat PMS antara lain kram, nyeri perut, nyeri pada payudara, perut kembung, berat badan meningkat, kelelahan, pembengkakan pada tangan dan kaki, nyeri sendi, sakit kepala, hingga sulit tidur (insomnia). Sedangkan gejala emosional yang sering dialami antara lain mudah tersinggung, mudah marah, nafsu makan meningkat, mood tidak stabil, cemas, merasa sedih dan depresi, merasa tertekan, merasa tidak berguna atau bersalah, sensitif, putus asa, merasa memiliki konflik, keinginan untuk beraktivitas menurun, sulit berkonsentrasi, hingga muncul perasaan berlebihan atau lepas kendali.

Keluhan PMS sudah dikenal sejak masa Yunani Kuno. Pada 1931, keluhan semacam itu mulai dikenal dan diperbincangkan di komunitas medis. Namun baru pada 1953, istilah premenstrual syndrome mulai disebut-sebut. Penyebab PMS sebenarnya belum diketahui lantaran gejala-gejala yang bervariasi. Meski demikian beberapa faktor diperkirakan turut berperan dalam munculnya PMS. Salah satu pemicu utama adalah perubahan hormon. Tanda-tanda dan gejala PMS berubah sering dengan naik turunnya hormon dan menghilang dengan kehamilan dan menopause.

Perubahan zat-zat kimia di otak juga ditengarai sebagai salah satu penyebabnya. Zat kimia yang dimaksud adalah neurotransmitter yang diyakini berperan penting dalam pengaturan mood dan juga memicu gejala-gejala PMS. Kadar serotonin yang berkurang dapat menyebabkan depresi pramenstrual, keletihan, naiknya nafsu makanan, serta gangguan tidur.

Gejala PMS juga sering dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin dan mineral seperti vitamin B, kalsium dan magnesium. Penyebab lainnya adalah konsumsi makanan asin yang bisa memicu penimbunan cairan, konsumsi alkohol dan minuman berkafein yang dapat menyebabkan gangguan mood dan kadar energi.

Sedangkan kram yang dirasakan saat menstruasi dikarenakan oleh prostaglandins, substansi seperti hormon yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Zat ini memicu uterus untuk berkontraksi.

Mengatasi PMS

Untuk mengatasi atau mengurangi gejala PMS, yang bisa dilakukan oleh kaum hawa antara lain:

1. Mengkonsumsi produk-produk susu. Hasil penelitian yang dipublikasikan di the Archives of Internal Medicine menemukan, perempuan yang makan 4 takar atau lebih produk-produk susu per hari berisiko lebih kecil mengalami gejala-gejala PMS termasuk cemas, perasaan kesepian, hipersensitif, sedih dan tegang.

2. Mengkonsumsi biji labu mentah, lantaran kaya akan magnesium, yang terbukti bisa membantu mengurangi retensi cairan dan penurunan kekencangan payudara akibat PMS.

3. Mengkonsumsi Ayam. Ayam merupakan sumber yang kaya vitamin B6, dan seturut mayo clinic, vitamin B6 bisa meredakan gejala-gejala PMS.

4. Mengkonsumsi almond yang kaya vitamin E. Vitamin ini dipercaya bisa membantu mengurangi produksi prostaglandins yang menjadi salah satu penyebab kram dan menurunnya kekencangan payudara.

5. Mengkonsumsi sayuran hijau. Sayuran hijau seperti bayam dan lobak hijau kaya kalsium terbukti bisa mengurangi gejala-gejala PMS baik fisik maupun mental.

6. Mengkonsumsi multivitamin. Karena beberapa gejala PMS berkaitan dengan rendahnya kadar nutrisi, maka untuk mengurangi gejalanya bisa dilakukan dengan menambah asupan multivitamin.

7. Melakukan diet, seperti mengurangi kafein (mengurangi rasa tertekan, mudah tersinggung, dan gelisah); garam, termasuk kandungan sodium pada makanan kemasan (mengurangi kembung); mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks dan serat, seperti roti gandum, pasta, sereal, buah dan sayuran; menambah asupan protein pada menu makanan; mengurangi gula dan lemak (meningkatkan energi dan menstabilkan mood), dan menghentikan konsumsi alkohol.

8. Olahraga teratur. Jenis olahraga yang bisa dilakukan antara lain aerobik yang bisa melatih otot besar sehingga membantu meredakan ketegangan saraf dan kecemasan, serta meretensi cairan yang menyebabkan perut terasa penuh.

9. Makan teratur, tidur yang cukup, serta melakukan relaksasi seperti pijat yang membuat tubuh terasa nyaman.

Cuti Haid

Menstruasi atau haid bagi perempuan adalah alamiah. Pun ketika perempuan mengalami keluhan saat menstruasi datang. Terkadang keluhan-keluhan yang dialami perempuan saat menstruasi menjelang dapat mengganggu kerjanya. Karena itulah perempuan perlu mendapatkan hak cuti haid.

UU No 13/2008 tentang Ketenagakerjaan telah mengatur adanya cuti haid dalam dua ayat di pasal 81. Bunyi pasal tersebut adalah: (1) Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Meski demikian masih ada perusahaan yang belum mengakomodasi pemberian hak ini dalam peraturan internalnya. Bahkan beberapa tahun lalu ada perusahaan yang mensyaratkan bukti darah haid bila pekerja perempuannya ingin mendapatkan hak cuti haidnya.

Pekerja perempuan mengalami menstruasi setiap bulan adalah wajar, normal, alamiah. Pun bila pekerja perempuan tersebut mengalami PMS yang bahkan sampai mengganggu aktivitasnya. Karena itulah, seharusnya setiap perusahaan memahami dengan memberikan hak tersebut kepada pekerja perempuannya.

Sumber:

http://www.menstruasi.com

female.kompas.com

http://www.klikdokter.com

http://www.medicinenet.com