Tags

Blog adalah media bagi pemiliknya untuk menulis apapun yang dia mau (tapi harus hati-hati juga, ada UU ITE yang menjadi koridor warga Indonesia untuk beraktivitas di dunia maya). Karena itu, buat saya blog itu seperti rumah. Saya merasa bebas di sini.

Beberapa hari saya tidak menyambangi blog saya. Tulisan terakhir pun sebenarnya diposting beberapa hari sebelumnya (di-schedule). Ada kewajiban yang harus saya lakukan di kota lain yang memang menyita waktu dan perhatian saya. Lalu ketika kemarin saya membuka blog ini, wah sudah kotor oleh spam. Bersih-bersih adalah hal yang pertama saya lakukan, tentu saja.

Hmm Dul Matin diberitakan sudah ditembak mati Densus 88. Ingin menulis sesuatu tentang itu di akupunmenulis, tapi kok kayaknya waktu sempit banget ya. Pending dulu lahšŸ˜¦

Setelah ‘membuka rumah’ ini, saya akan kembali menutup dan menguncinya sementara. Saya harus siap-siap keluar kota lagi. Saya sekarang juga sedang ‘berjuang’ di tengah medan yang semakin terjal. Beberapa menit lalu saya menemukan amunisi yang mungkin akan sangat membantu dalam perjuangan saya. Tapi saya perlu meneliti kembali amunisi ini. Saya rasa ini butuh konsentrasi lebih.

Apalagi tadi siang saya mendapat SMS dari rekan seperjuangan: “Kita sama-sama berjuang ya.” Saat tergelap adalah saat menjelang fajar. Saya pernah melewati masa kegelapan itu. Dan di sana, di sebelah timur, saya sudah melihat sesuatu berwana keemasan. Semoga itu bukan fatamorgana.

Saya akan mengunci rumah sementara. Mungkin seminggu atau bahkan dua minggu. Mungkin saya akan sangat kangen. Mungkin tangan saya akan gatal. Mungkin nantinya akan ada yang terlewat. Mungkin ada yang basi. He he kalau saya terusin pasti bakal lebay.

“Blog-ku jaga diri baik-baik ya. Semoga gak ada tangan jahil yang menghilangkan tulisan-tulisan yang ada di sini kayak dulu waktu aku meninggalkanmu. Biar aku nggak bersusah payah mengais-ngais google untuk menampilkannya lagi. Kutinggal sebentar ya.” Mau gak bikin postingan aja sampai mellow miaw miaw hua ha ha.

(Tengah malam, dengan iringan Best of Me-nya Sum 41 dan Untitled-nya Simple Plan).

“Ceklek… ceklek…” Pintu terkunci. Hening.