Bukan theme theme song of my life sih, tapi setiap kali mendengar lagu itu jadi teringat persitiwa tertentu dalam hidup.

1. I Love You – Fun Factory

“….I Love you, you know that I do. What can I do to be with you….”

Waktu itu baru aja lulus SMP. Lagi dengerin kaset Fun Factory pas lagu I Love You, tiba-tiba telepon rumah bunyi.
“Hallo,” sapaku.
“Vita?” tanya suara cowok di seberang.
“Iya.”
“I love you.” Ujar cowok itu sambil menutup telepon.

Nggak lama, masih dengan lagu I Love You-nya Fun Factory, telepon rumah bunyi lagi. Aku minta mbak di rumah angkat tuh telepon. Eh kata tuh mbak, teleponnya buat aku.

“Halo,” sapaku.
Diemmm.
“Halooo.”
Diemmmm.
“Ini sapa sih.”
Diemmmm.

Sering banget tuh ada telepon semacam itu, bahkan sampai aku lulus SMA. Itu pasti temenku, tapi siapa ya. Kadang kalau yang telepon diem, aku malah ngoceh nggak jelas, baca puisi, nyanyi, atau kalau mood nya nggak bagus aku omelin aja orang itu. Sampai sekarang, identitas penelpon itu masih tertutup kabut misteri.

2. This Is Our Song – Code Red

“….This is our song. This is the song we’ll remember forever and ever it means to you. What it means to me. So from this moment on, we know. This is our song….”

Ini lagu yang jadi backsound waktu aku dan teman-teman hobi ngerjain cowok-cowok kecengan kami. Waktu itu masih SMP kelas 3. Pekerjaan sampingan kami adalah mengumpulkan nomor telepon para kecengan, trus mereka ditelepon di sela-sela waktu menunggu les. Ha ha ha, cemen juga ih kami, beraninya cuma di telepon. Kami bakal seneng banget kalau cowok kecengan itu takut sama gerombolan kami. Ngerasa hebat gitulah (untunglah tingkah polah para gadis kecil itu nggak terendus orangtua masing-masing). Jaman jahiliyah….

3. Genit – Tipe-X

“Lihat senyum manis di atas bibir bergincu. Kerdip mata merayu jelas coba mengganggu. Tawa renyah terpasang bukan tanpa tujuan. Satu korban terjerat itulah harapan….”

Lagu ini mengingatkanku sama 2 peristiwa. Pertama waktu ulang tahun SMA-ku. Soalnya ada band sekolah yang nyanyiin lagu ini, dan kita semua pada joged-joged di tengah lapangan. Waktu itu aku ikutan nggak ya? Kayaknya ikut tapi jogednya malu-malu hi hi hi.

Kedua, mengingatkanku sama demo di SMA kami kepada YTH Bapak Kepala Sekolah. Persiapan demo dilakukan dengan memasang lagu Tipe-X ini. Waktu itu aku sebel banget, gara-gara demo nggak jadi ulangan sejarah, padahal aku udah belajar keras.

4. Tong Kosong – Slank

“….Tong kosong nyaring bunyinya. Klentang-klentong kosong banyak bicara. Oceh sana-sini ngak ada isi. Otak udang ngomongnya sembarang….”

Kalau dengar lagu ini, yang terlintas pertama kali adalah api unggun saat kemah pertama di SMA. Ada segerombolan anak cowok yang nyanyi lagu ini dan membuat kita semua beramai-ramai ikut menyanyikannya.

5. Nuasa Kasih SMA 3 (kalau nggak salah begitulah judulnya)

“…. Nuansa kasih di SMA 3 begitu erat penuh pesona. Terjalin, terbina, bersinar selamanya….”

Kok udah nggak hapal ya. Itu lagu mars SMA-ku. Otomatislah kalau dengar lagu ini aku langsung ingat SMA-ku. Ingeat waktu orientasi siswa baru, yang dengan culun minta tanda tangan ke kakak-kakak pengampu. Juga beberapa tahun berikutnya saat aku-lah salah satu target yang diburu-buru adek kelas buat dimintai tanda tangan. Lagu yang membuatku ditertawakan adik kelas soalnya suaraku ketinggian jadi meleyot di tengah-tengah (pas aku lagi ngajarin mereka lagu itu). Dan lagu yang juga kudengar saat perpisahan sekolah. Hiks sekolahku yang dulu mewah coz mepet sawah….