Tags

Membuat kesalahan saat belajar adalah hal yang wajar. Seperti seorang bayi yang sedang belajar berjalan pasti beberapa kali akan jatuh. Tapi jatuh dan tangisnya justru akan membuatnya lebih tegak saat melangkah, bahkan mampu membuat dia berlari. Pun ketika kita belajar bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Membuat kesalahan adalah hal yang biasa. Lucu memang kalau dipikir-pikir dan kadang bikin malu, tapi itulah proses belajar.

Kisah pertama waktu saya baru mulai kuliah. Waktu itu saya adalah anak yang gemar les, Perancis maupun Inggris saya jabani. Nah suatu malam, di tengah les bahasa Inggris, kami sekelas di minta bekerja berpasangan. Masing-masing pasangan harus saling mencari tahu hal-hal yang disukai dan tidak disukai, setelah itu dilaporkan di depan kelas.

Giliran saya: “Anton is like dog,” ujar saya.

Tentor bertanya pada Anton: “Anton, are you like dog?”

Anton menjawab mantab: “Yes.”

Ha ha ha. Betapa tidak sopannya saya mengatakan Anton seperti dog. Dan betapa polosnya Anton, menjawab dirinya mirip dog. Padahal seharusnya maksud saya adalah Anton suka dog –> Anton likes dog.

Kisah kedua waktu kelas matrikulasi bahasa Inggris di Bandung.  Waktu itu satu demi satu peserta matrikulasi diminta menjawab secara lisan latihan yang ada di modul. Tibalah giliran seorang teman (namanya dirahasiakan) yang duduk di dekat tembok di kursi baris ketiga dari depan.

“The man who has bird ….” temanku yang usianya kira-kira kepala 4 itu mulai membaca.
“Hehehehe, no bird but beard,” tentornya membetulkan pelafalan temanku itu.

“Bird itu kan yang di dalam sarung,” canda tentor kami.

Huahahahahha. Saya ketawa nggak berhenti-henti. Di mana-mana ada orang cabul ya….

Kisah ketiga, masih di kelas matrikulasi bahasa Inggris.  Suatu kali, kita lagi ada kelas reading. Nah, ada kata tease di situ. Kalau gak salah bunyi kalimatnya gini: Father usually teasing my mother when she bla bla bla.

Tiba-tiba ada celetukan begini: “Ayah mencicipi ibu….” Huahahahha saya ngakak deh. Rupanya si empunyan suara itu ketukar kata, antara tease sama taste. Padahal tease kan artinya menggoda.

Oia, kita selalu mengeja abjad: alfa, bravo, charlie, dan delta saat menjawab soal-soal multiple choices. Nah, suatu kali, ada soal yang jawabannya adalah: C. Teman saya ada yang agak-agak lucu deh, dia nih nggak pernah menyebut C dengan charlie tapi sherli. Siapa sih si sherli, mungkin mantannya he he he.