Tags

,

Satu dekade lebih aku mendeklarasikan diri sebagai Juventini. Awalnya aku nggak suka sama sepakbola Italia, soalnya mainnya lelet. Coba bandingkan sama sepakbola Inggris yang memang mengusung kick and rush itu. Tapi malam itu, sejak aku melihat full 90 menit Juventus yang lagi tanding lawan Parma, aku jatuh cinta sama La Vecchia Signora yang notabene klub sepakbola Negeri Pizza.

Sederet gelar dipersembahkan pasukan Bianconero buat para pendukungnya. Pertengahan 90-an menjadi saat-saat manis Juventus yang bisa kusaksikan. Dulu, aku hampir selalu pergi sekolah dengan sesuatu yang serba hitam putih. Karet rambut, tas sekolah, sepatu, dan bros Juventus yang tersemat di antara kancing seragam sekolah.

Degradasi ke serie-B pada 2006/2007 membalikkan dunia Juve. Setelah kembali ke serie-A, Juventus puasa gelar. Pelatih Juve kala itu Claudio Ranieri harus digantikan Ciro Ferara karena penampilan buruk Juve yang tak berkesudahan. Di tangan Ferara, Juve cukup menjanjikan. Namun nggak lama, Juventus kembali tidak konsisten yang berbuntut pada pergantian kursi pelatih. Alberto Zaccheroni dipercaya menempati kursi yang ditinggalkan Ferara menjelang musim 2009/2010 berakhir.

Di ajang Liga Champion musim ini, Juventus berpeluang terus melaju setelah menumbangkan Fulham di leg pertama babak 16 besar dengan skor 3-1. Tapi mimpi buruk masih menghantui Juve setelah Fulham memaksa Juve bertekuk lutut dengan kedudukan 4-1. Alhasil Fulhamlah yang melenggang ke babak perempat final.

Setelah itu, Juventini harus mendapat sejumlah kabar buruk. Di kompetisi domestik, Juventus dipermalukan beberapa klub lain yang membuat posisi Juve di klasemen sementara melorot. Kesal sekali. Tapi selalu ada pemakluman. Perche Juve sempre nel cuore. Berharap Juve mendatangkan sekaligus menelorkan pemain-pemain hebat seperti sejarah yang pernah mereka torehkan. Berharap penampilan Juve semakin baik sekaligus mengakhiri paceklik gelar. Amin.

Kangen bersorak bersama Juventini yang lain meskipun kita terpisah jarak, untuk mensyukuri momen-momen istimewanya. Yeah, hidup ini seperti roda. Kini berharap saat berada di bawah akan segera berakhir….