Tags

Jalan-jalan di Kota Bandung dipadati kendaraan roda empat. Mobil berplat B dan F menyumbang kepadatan jalanan Kota Kembang yang biasanya ramai angkutan kota (angkot). Lalu lintas Bandung pun pamer gigi alias padat merayap gila-gilaan.

Kepadatan lalu lintas sudah terasa sejak Kamis 1 April 2010 petang. Situasi yang hampir serupa terus berlanjut hingga Jumat 2 April malam. Maklum, pada pekan ini ada long weekend (Jumat libur) sehingga banyak masyarakat yang keluar kota. Orang-orang Bogor dan Jakarta banyak yang pergi ke Bandung, sedangkan yang dari Bandung banyak pula yang keluar kota seperti ke Jakarta.

Kamis sore kemarin, saya menemani teman kost membeli oleh-oleh di daerah Cihampelas dekat Ciwalk. Kami pergi ba’da ashar. Lalu lintas masih normal. Waktu itu kami beli kue mochi 5 plastik dan peyeum 5 kg. Tadinya mau makan dulu di sekitar situ, tapi berhubung belanjaan yang membuat kami sudah mirip pedagang mochi dan peyeum, akhirnya buru-buru pulang. Situasi jalanan ramlan alias ramai lancar.

Tapi selepas maghrib, wuah antrean panjang kendaraan di mana-mana. Sepeda motor tidak bisa bergerak selincah biasanya. Saat itu kondisinya pamer pantat alias padat merayap panjang antrean merapat.

Pada Jumat petang ini selepas maghrib, kepadatan lalu lintas sudah agak berkurang. Masih bisa pamer susu alias padat merayap susul-susulan.

Jumat petang itu saya pergi ke Istana Plaza (IP) Bandung karena ada diskon buku 30% di Gramedia. Sekarang atau tidak sama sekali. Itulah kalimat yang membekali saya pergi ke IP. Wuah ramai sekali. Baca sana baca sini. Buka sana buka sini. Timang sana timang sini. Lihat sana lihat sini. Setelah banyak sana sini akhirnya beli sedikit buku. Sangat ironis memang, sebelumnya saya sudah membawa setumpuk buku, tapi ketika sampai kasir hanya 3 buku yang disodorkan. Hiks, maklum beli bukunya pakai duit yang telah diamanatkan buat beli sandal.

Komik aneka rupa, mana bagus-bagus lagi, begitu menggoda dan mempesona. Tapi dengan segera saya buang muka. Saya cuekin komik-komik itu. Biarpun diskon 30% tapi jatuhnya masih di atas 10 ribu. Kalau sudah mampir di bagian komik, pasti yang saya beli lebih dari 5. Ini berbahaya buat kelangsungan hidup saya sebagai seorang anak kost. So, biarpun komik-komik itu sudah melambai-lambai saya tetap cuek.

Sudah cukup malam. Mungkin sebentar lagi sudah mau tutup IP-nya. Saatnya pulaaaang. Wah jalanannya carli alias lancar sekali. Senangnya.

Hmm semoga besok tetap carli, soalnya ada acara keluarga di luar kota. Keluarga saya yang satu kampung itu akan menjemput pagi-pagi buta. Setelah itu, perjalanan saya rencananya belum berakhir karena ada kewajiban pada diri sendiri yang harus ditunaikan. Titi DJ Dedi Dores, hati-hati di jalan dengan diiringi doa restuūüôā