Tags

Beda teman beda pula tempat nongkrongnya. Gara-gara abis kontak-kontak sama teman-teman lama, jadi kangen deh sama tempat-tempat yang biasa kita jadikan tempat buat kumpul sambil curhat.

1. Warteg dekat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Di tempat inilah pencari warta yang biasa mangkal di PN Jakpus melampiaskan kelaparannya. Di warteg ini, sambil makan aku gunakan waktuku buat nyusun laporan juga. Di warteg ini lumayan murah dan makannya juga enak. Ada cumi-cumi, ayam stik drum, tongkol, kentang kering, dll. Kalau warteg ini udah tutup, kami makan di Warteg Mungil. Warteg ini kesukaan temen kami anak koran bisnis.

2. Mc D Gadjah Mada Plaza

Dulu aku punya teman dekat, pewarta dari salah satu koran nasional. Kebetulan media dia juga punya versi online-nya, jadi kadang kita menyusun berita di tempat yang sama. Nah kalau sudah sore, teman-teman udah pada pulang, kita berdua pun cari tempat ‘mojok’. Mc D lah yang jadi pilihan.

Jadi inget, temanku ini selalu kukasih telur Mc D yang gak aku makan karena kekenyangan.  Beberapa kali temenku ini minta ditemani beli tumbuhan di supermarket Gadjah Mada Plaza. “Jangan bilang siapa-siapa ya aku beli tumbuhan ini,” katanya selalu mengingatkan. He he, tumbuhan ini buat kecantikan eh kegantengan dia.

Temanku ini care banget. Kalau kertas-kertasku tiba-tiba bertebaran, maka dialah yang merapikan tanpa diminta. Kalau aku ketinggalan nara sumber, maka dia akan berbagi rekaman. Saat teman-teman udah pada pulang, dia dengan setia menungguku laporan. Dia juga pernah memberiku coklat, katanya biar aku nggak ngantuk waktu nunggu sidang. Aku juga melakukan hal serupa sih. Berarti aku care juga ya, he he nggak nyadar. Kami pernah digosipin cinlok, tapi kayaknya kami saling mati rasa, jadi ya nggak ngaruh.

3. AH depan TIM

Inilah tempat yang selalu kupilih bersama 2 temanku dari radio dan media cetak nasional. Kenapa? Soalnya tempat ini cukup gampang diakses kalau aku kebetulan lagi di kantor. Selain itu, kalau mau pulang Kopaja P-20 yang kunaiki lewat situ. Pun dengan Kopaja jurusan Kampung Melayu yang dinaiki 2 temanku.

Kami sering semena-mena deh sama tempat itu. Udah jajan nggak seberapa, tapi nongkrong-nya lama benerrr. Sayang, tempat nongkrong kami itu sekarang sudah pindah. Jadi kalau sekarang mau ketemuan, kami memilih tempat makan di dalam TIM.

4. Yayang

Ini adalah nama tempat, bukan panggilan kesayangan pada seseorang. Yayang adalah toko penjual pernak-pernik di Gadjah Mada Plaza. Aku dan teman-teman sering main ke sana. Aku cuma suka ngeliat-ngeliat, tapi nggak berminat beli. Teman-temanku yang lebih girly lah yang biasa belanja di situ. Beli anting, boneka, jepit rambut, dll.

Suatu kali, aku dan teman-temanku janjian ketemu di Yayang. Waduh aku lupa Yayang di sebelah mana, so terpaksa tanya security.

“Mas, Yayang di mana ya?” tanyaku.

“Yayang? Ini saya juga bisa jadi yayang,” ujar dia centil.

“Hah? Yayang itu nama toko pernak-pernik lagi, Mas.”

“He he iya saya tahu. Mbak naik aja satu lantai lagi.”

5. Warung Tenda Pecel Lele di Ragunan

Ini adalah tempat makan malam favoritku dan roomate-ku. Di situlah banyak curhatan mengalir, dari masalah kantor sampai masalah nggak penting. Sebelnya, mas-mas yang jualan agak ganjen.

6. Tempat makan di depan TMP Kalibata

Inilah tempat yang paling sering dijadikan tempat makan bareng teman-teman kantor dan eks kantorku. Sehabis makan, kami kadang duduk beralas kertas koran di trotoar. Paling malam kami ngumpul sampai sekitar jam 01.30 WIB. Di sini sering ketemu sama rekan seprofesi juga. Huaa kangen…

7. Di Depan RRI

Aku dan teman-teman sering kali melewatkan waktu makan siang gara-gara kerjaan yang nggak bisa ditinggal. Alhasil, kalau udah sore, saat load kerjaan mulai turun atau malah udah selesai kami makan apa saja yang ada di depan kami. He he laper apa kesurupan ya.

Karena lokasi kerja kami seputar Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Selatan, kami sering jajan di depan RRI. Kebetulan di situ ada beberapa tukang jualan seperti siomay, bakso, dan nasi goreng. Nggak jarang di tengah keasyikan makan, aku terpaksa meninggalkan makananku sementara karena harus laporan ke kantor. Kayaknya nggak enak banget, lagi enak-enak makan malah ‘diganggu’. Tapi sekarang justru itu yang dikangenin….

Kenapa sebagian besar yang dikangeni tempat makan ya? Mungkin karena tiba-tiba laper di tengah malam he he. Hmm, teman-teman kami banyak juga yang memilih kongkow di tempat-tempat yang elit. Tapi aku dan teman-temanku lebih suka yang nggak elit, soalnya kami rakyat jelalatan eh rakyat jelata he he.