Tags

Saat itu ada yang menangis sepulang dari dokter. Sepanjang jalan air matanya berderai-derai. Orang-orang dekatnya pun kebingungan menenangkan dia. Ketakutan berlebihan akan sesuatu bernama rumah sakit membuatnya stres.

“Waktu aku berusaha lebih mencintai-Nya, kenapa Dia malah bikin aku takut dan nangis begini sih,” keluhnya.

“Itu karena Dia ingin lihat apa kamu bakal berubah atau enggak saat kamu dikasih ujian ini.”

Setiap hari dilaluinya dengan upaya untuk menguatkan diri menghadapi ‘saat-saat menakutkan’ itu. Meski begitu dia tetap berharap ada keajaiban baginya. She believes in miracle from Allah. Sebab dalam hidupnya, dia beberapa kali mendapatkan hal-hal seperti itu.

Hingga suatu hari…. “Wah bagus sekali, kalau begini nggak perlu ke RS. Makan obat satu paket lagi ya. Subhanallah ini bagus banget,” ujar dokter yang memeriksanya.

“Apa? Beneran ya Bu nggak perlu ke RS? Alhamdulillah. Besok-besok gimana? Saya bakal sakit lagi nggak ya?”

“Pokoknya jaga makan dan rajin olahraga saja. Kamu ngapain selama ini kok bisa dapat keajaiban ini? Sholat malam?”

“Semua Bu. Ikhtiar, doa, juga banyak curhat sama Allah.”

“Subhanallah. Ini semua mungkin karena kamu ikhlas.”

“Alhamdulillah. Ternyata Allah bisa bercanda ya Bu. Waktu itu saya nangis, takut. Tapi sekarang bisa tenang dan ketawa-ketawa.”

“Ya bisalah. Kalau Allah berkehendak kan semua mungkin.”

Dia sekarang bisa memberikan senyum terindahnya lagi pada dunia. Sebuah pelajaran berharga kembali didapatinya. Subhanallah, Allah selalu memberikan cara untuk mengajari hamba-Nya agar menjadi pribadi yang lebih baik.