Tags

, ,

Selesai pelajaran olahraga, tiba-tiba di seragam sekolah Yunita David (kelas 5 SD) ada noda darah. Cuma sedikit, tapi sudah bikin bingung. “Wah, udah mau mati, nih,” pikir Yunita.

Selama beberapa hari, murunglah Yunita. Nggak enak makan, nggak nyenyak tidur. Mau ngerjain apa-apa nggak mood. Bawaannya takut mati aja. Ia takut benar-benar kena penyakit maut. Seraaam!!

Untuk menghambat perdarahan itu, Yunita memakai tisu. Bukan tisu yang kemasan kecil. Yang dibawanya, kemasan besar berisi 250 lembar. Kelihatan banget, ke mana-mana bawa bontotan. Wah, pokoknya kacau deh!

Sejauh mana kacaunya? Yuk kita dengerin pengakuan Yunita sendiri:

Setelah tiga hari, aku pun nggak tahan dan tanya ke mama. Pikirku, kalau mati, ya mati aja deh. Paling nggak, mama sempat membawaku ke dokter atau diobati pakai apa pun.

Dengan takut-takut, aku bilang ke beliau kalau aku berdarah dan kena penyakit kronis. Tahu nggak, reaksi beliau apa? Beliau langsung tertawa terpingkal-pingkal!

Nah, lo. Aku jadi bengong plus makin bingung. Mama ini gimana sih? Anak mau mati, kok malah diketawain?

Ketika tawanya mereda, baru beliau berkata, “Kamu dapat mens, Nak. Selamat ya.” Beliau menjelaskan, kalau udah mens, artinya cewek udah beranjak gede.

Hi hi hi, lucu banget si Yunita. Mungkin dia berpikir begitu karena masih kecil (lha wong masih SD). Jadi inget waktu pertama kali dapet, tapi untungnya nggak selugu itu. Soalnya waktu itu udah dapat pelajaran tentang hal itu, trus udah banyak teman yang lebih berpengalaman, jadi ya nggak bego-bego banget.