Tags

, ,

“Reading is to the mind what exercise is to the body”. ~Richard Steele, Tatler, 1710

Tahukah Anda kalau hari ini adalah Hari Buku se-dunia? 23 April diputuskan oleh UNESCO sebagai Hari Buku dan Hak Cipta se-Dunia pada 1995. Mengapa harus ada Hari Buku? Tentu saja untuk mengingatkan seluruh warga dunia agar lebih menghargai buku bacaan. Cara menghargainya adalah dengan tidak membajaknya, dan tentu dengan membaca buku.

23 April sengaja dipilih sebagai Hari Buku karena bertepatan dengan tanggal ulang tahun kelahiran dan kematian para penulis yakni William Shakespeare, kematian Miguel de Cervantes , Inca de Garcilaso la Vega dan Josep Pla , kelahiran Maurice Druon , Vladimir Nabokov, Manuel Mejía Vallejo dan Halldór Laxness.  Selain itu, 23 April adalah Hari Saint George, yang di Katalonia, merupakan saat yang tepat bagi seorang laki-laki untuk memberikan bunga mawar bagi kekasih mereka dan para wanita harus memberikan buku sebagai pengganti.

Di Inggris, jutaan anak sekolah di Inggris Raya diberi £ 1 khusus untuk Hari Buku Dunia yang dapat ditukar dengan semua buku di Toko Buku. Sejak saat itu, setiap tahun jumlah anak yang mendapat 1 poundsterling gratis selalu meningkat. Dengan begitu, anak-anak yang membaca buku sedmakin banyak.

Bagaimana di Indonesia? Hari Buku memang tidak terlalu heboh. Bandingkan dengan Hari Valentine yang semarak coklat, bunga, dan warna pink di mana-mana. Di Indonesia, Hari Buku sudah mulai dirayakan sejak 2006. Semenjak itu, banyak komunitas pencinta buku dan ilmu pengetahuan yang menggelar berbagai acara untuk menghargai buku dan meningkatkan minat baca masyarakat.

World Book Day Indonesia mengangkat tema “Kepergok Membaca” sebagai tema perayaan pada tahun 2010. Pesta buku telah digelar di berbagai kota pada 1-2 bulan sebelum Hari Buku tiba. Di samping itu banyak pula dilakukan aksi donor buku bagi yang membutuhkan, jadi bagi yang berminat menyumbang buku bacaan bisa menyalurkannya melalui drop box yang tersebar di berbagai tempat. Bedah buku, maupun workshop penulisan turut memeriahkan agenda Hari Buku di beberapa kota di Indonesia.

Buku ibarat makanan. Semakin banyak kita makan, kita pun menjadi kenyang. Semakin banyak kita membaca buku, semakin banyak hal-hal yang kita ketahui. Buku memang santapan lezat bagi otak. Jadi, ayo tularkan semangat dan minat membaca! Selamat Hari Buku!

To read is to empower
To empower is to write
To write is to influence
To Influence is to change
To change is to live.
~ Jane Evershed ~
More than a Tea Party

Sumber:
http://www.peace-generation.com
http://www.tempointeraktif.com