Kajian ma’rifat pada Kamis 22 April 2010 di Daarut Tauhid mengambil topik Al Wakil. Salah satu Asmaul Husna yang artinya Yang Maha Memelihara. Sebagai pencipta, maka Dia akan memelihara makhluk-Nya. Dia yang lebih tahu apa yang kita butuhkan dibanding diri kita sendiri.

Allah akan menyelesaikan segala sesuatu yang diserahkan hambanya tanpa membiarkan apapun terbengkalai. Orang yang mempercayakan segala urusan kepada Allah maka akan memiliki kepastian bahwa semua akan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, maka orang tersebut telah berserah diri kepada Allah alias bertawakal.

“Tawakal bukan berarti menghentikan ikhtiar. Ada orang yang berpikir, cicak yang hanya bisa merayap di dinding bisa makan nyamuk yang bersayap. Pasti Allah juga sudah menyediakan makanan buat saya setiap hari. Kalau tidak ikhtiar ya tidak akan makan, memangnya dia itu cicak. Ada juga yang berpikir, gajah saja yang tidak sekolah bisa gemuk-gemuk, jadi saya nggak perlu sekolah. Wah memangnya dia itu gajah. Dia itu kan manusia yang diberi akal,” ujar Aa Gym.

Tawakal bukan berarti mengabaikan sebab-sebab dari suatu peristiwa. Sebab berdiam diri dan tidak peduli terhadap sebab dan akibatnya adalah sikap malas.

“Yang menjerumuskan manusia itu adalah manusia itu sendiri. Sering kali manusia tidak sayang pada diri-Nya sendiri. Buktinya ada orang yang melakukan maksiyat padahal perbuatan itu akan mencelakakan dirinya. Allah berusaha menjaga makhluknya agar tidak terjerumus, tapi manusia sering bandel.”

Masih ada orang yang meninggalkan sholat, padahal justru hal itu yang akan menyelamatkannya. Ketika seseorang diberi sakit hanya berkeluh kesah. Ketika diberi cobaan terus menerus menggerutu dan menganggap Allah tidak adil.

“Ketika sakit atau ada keinginan yang tidak juga didapat, cobalah mencari penyebab dosa apa yang telah diperbuat sehingga mendapat ujian seperti itu. Pasti nanti ketemu. Karena semua itu adalah cara Allah untuk membimbing hambanya untuk menjadi lebih baik,” lanjut Aa’.

Hasbiyallah laa ilaha illa huwa alayhi tawakkaltu wa huwa rabb al arsyil al azhim. (Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia hanya kepada NYA aku bertawakal dan DIA lah Tuhan yang memiliki Arsy yang Agung).