Tags

,

Assalamu’alaikum…
Teruntuk calon suamiku…

Cinta adalah energi. Energi cintalah yang bisa memunculkan dinamika hidup yang begitu membahagiakan. Mencintai dan dicintai adalah dua kata yang menjadi bahan bakar semangat setiap orang untuk bisa menyikapi berbagai medan hidup. Maka, keduanya harus selalu ada dalam hidup seseorang…

Pada dasarnya cinta berasal dari jiwa yang bahagia. Dan kebahagiaan berasal dari kadar pengetahuan kita terhadap diri sendiri. Kebahagiaan pabriknya di dalam sanubari kita sendiri…

Seperti bunga, cinta sejati takkan mampu menyembunyikan semerbak wanginya.. Eksistensi cinta mengejawantahkan dalam kelembutan, kecerdasan, perbaikan diri, kesalihan dan tentu keikhlasan…

Rasa risau, dalam tatanan Islam adalah awal dari rasa ketergantungan kepada sumber-sumber rasa aman. Dan, sumber utama rasa aman itu adalah Allah, Yang Maha Kuat lagi Maha Melindungi. Dengan risau adalah sebuah proses produktif seseorang dalam berinteraksi dengan Tuhannya. Mereka risau dan karenanya mereka menangis. Mereka menangis dan karenanya mereka berharap…

Berharaplah hanya kepada–Nya, karena kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman hati kita adalah hanya bergantung pada–Nya. Apa yang TELAH terjadi adalah satu episode hidup yang memang skenario-Nya untuk kita jalani. Apa yang SEDANG terjadi adalah penggalan episode yang memang belum berakhir dan harus kita hadapi. Dan apa yang AKAN terjadi nanti adalah sebuah misteri dan Rahasia–Nya untuk kita. Yang didalamnya ada sedih, senang, bahkan kita akan menemukan berbagai suasana dan karakter yang berbeda, juga mengejutkan. Bahkan mungkin kita akan berdecak kagum atas kebesaran–Nya. Tak ada yang sia-sia jika kita senantiasa ikhlas menjalaninya…

Manusia selalu memiliki impian indah akan masa depan, termasuk impian akan pasangan hidup yang sempurna. Serentetan kriteria ditetapkan saat menentukan calon pasangannya. Bisakah dibedakan antara realita dengan impian yang bisa jadi menjerumuskan???

Saat semua komponen sudah terpenuhi, namun harapan itu tetap tidak terwujud pula, maka iman haruslah memegang peranan. Yakinkan diri bahwa Allah Maha Tahu, Maha Mengetahui serta Maha Bijaksana. Bila memang harapan tidak sesuai dengan kenyataan, maka adukan pada Dzat Yang Memiliki segalanya. Bila tidak terwujud juga, SABARLAH…!! Allah pasti tidak akan menyia – nyiakan hamba-Nya… Bisa jadi kenyataan ini adalah terapi iman kita, bisa jadi kenyataan ini adalah tabungan amal di akhirat yang akan menggembirakan mata kelak, bisa jadi…

Teruskan berhusnudzon kepada-Nya, agar Dia juga terus mengiringi langkah kita dengan ridho-Nya. Serahkan semua pada-Nya dan janganlah kita cederai ketaqwaan kita dengan impian–impian yang akan menjerumuskan kehidupan kita kelak. Apakah lagi sejatinya kita harapkan dalam hidup di dunia selain ridho dan ampunan-Nya…

Amiieen…

Calon suamiku..

Aku pernah membaca Laa Tahzan , ada doa yang sangat bagus…. Mungkin engkau pun pernah membacanya…

“ Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kepedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakanlah rasa takut ini menjadi rasa tentram…”

“Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang memancar terang dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran…”

“Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua…”

“Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera, hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal…”

“Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya kepada-Mu lah semua pertolongan…”

“Cukuplah Engkau sebagai pelindung kami, karena Engkaulah sebaik–baik penolong dan pelindung… “

Calon suamiku..

Aku mencoba mengerti apa yang sedang kualami..mungkin kadang sok tau juga. Begitu banyak masalah yang kurasa sangat sulit. Tak jarang selalu mengeluh, berkeluh kesah, bahkan menangis. Ternyata itu tak dapat mengatasinya. Tapi, aku tidak mau orang lain melakukan hal yang sama, Ambil pelajaran dari pengalamanku…

Tapi yang pasti. Waktu akan merubah setiap keadaan. Jikalau hari ini kita merasa sakit, hadapi itu. Nikmati episode itu. IKHLASLAH…!! Kelak kita akan temukan kebahagiaan yang telah Allah siapkan…

Sebetulnya aku belum pantas memberikan kata-kata ini. Aku…, masih jauuuh dari orang yang pantas memberikan itu, Karena terkadang aku sendiri sering terjatuh dan terjatuh, tapi perjuangan untuk bangun dan tetap tegar menghadapinya membuatku yakin akan kasih sayang Allah, bahwa ada banyak hikmah dibalik semuanya, bahwa ada banyak kebaikan dibalik kejadian, bahwa Allah tengah menyiapkan yang jauh lebih baik, entah kapan. Dan jikalau kesempatan itu tidak disini… mungkin Allah siapkan kebahagiaan itu di surga-Nya..

Amiieen…

Calon suamiku..

Aku menyimpan harapan yang besar, agar kelak engkau bisa menjadi seseorang pemimpin dan imam yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur…, Yang dipenuhi kasih sayang, kesabaran, keikhlasan, dan penuh tanggung jawab untuk senantiasa mendahulukan kepentingan ummat…

Untuk itu, marilah kita senantiasa berdo’a dan memohon kepada-Nya..

Namun, saat kemampuan menikah belum di tangan, biarlah cinta berekspresi menjadi kesalihan, perbaikan diri hari demi hari…

Karena semua janji Allah telah terukir di pelataran wahyu :

”Kesalihan akan menjumpai kesalihan dan keburukan menjumpai keburukan…“

Apa perlunya janji yang tak pasti…,

Tak diminta pun bidadari pasti menanti…,

Dan lelaki langit akan datang bersama cahaya…

Ingatlah…, biasanya kabut tak berkepanjangan…,

Setelah kabut berlalu…, pasti cerah kembali…

“Jika ini adalah yang Engkau pilihkan… Engkau ketahui bahwa perkara ini baik bagi kami, maka mudahkanlah jalannya serta berkatilah kami di dalamnya. Tetapi jika perkara ini buruk bagi kami, maka jauhkanlah, takdirkanlah kebaikan bagi kami dimana saja adanya, lalu jadikanlah hati ini meridhoinya…”

Semoga…, Allah selalu meridhoi dan menyertai setiap perjuangan hidup kita…

Amiieen…

Wassalam…

Calon istrimu…

Copas dari Renungan Kisah Inspiratif