Tags

,

Bepergian ke luar negeri dengan biaya minimal menjadi tantangan bagi sebagian orang. Tempat baru, orang-orang tak dikenal, juga bahasa dan tradisi yang berbeda tentu menjadi pengalaman baru. Nah apa saja yang disiapkan bila hendak backpacking ke luar negeri?

1. Siapkan segala dokumen (paspor, visa (bila memang diperlukan), NPWP (untuk keperluan bebas fiskal), dll) dan simpan di tempat yang aman.

2. Foto copy paspor dan titipkanlah pada orangtua atau orang lain yang dipercaya untuk mengantisipasi paspor hilang di negeri orang. Bila ini terjadi, maka orang yang memegang foto copy paspor kita bisa meng-faks pada kita.

3. Jangan bawa baju banyak-banyak karena justru membuat tas punggung berat. Untuk bepergian seminggu, misalnya, cukup membawa 2-3 kaos. Saran seorang teman, bawalah kaos yang agak butut jadi setelah dipakai tidak perlu dibawa pulang, tinggalkan saja di tempat menginap.

4. Bawa perlengkapan mandi minimalis. Misalnya bawa odol kecil, shampo dalam kemasan sachet, dan sabun kecil. Jangan lupa handuk kecil atau sedang yang tipis agar tidak berat.

5. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang negara yang akan dikunjungi. Sehingga ada gambaran di daerah mana akan menginap atau tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi. Informasi ini pun diperlukan negara yang akan kita datangi sedang dalam musim apa, sehingga tidak akan salah kostum.

6. Bawa buku catatan plus ballpen untuk berkomunikasi dengan orang setempat (utamanya bila bahasa menjadi kendala). Sering kali tulisan dan pelafalan atas suatu kata tidak sama, jadi untuk menghindari kebingungan si penanya dan yang ditanya, ada baiknya kata tersebut ditulis.

7. Bawa kalkulator. Untuk menghitung konversi mata uang di negara yang bersangkutan dengan mata uang yang lain. Kita sangat perlu saat berbelanja.

8. Pakailah alas kaki yang nyaman dan kuat sehingga mendukung perjalanan dan tidak menyusahkan saat kita di negara orang. Saya sendiri lebih suka memakai sepatu kets.

9. Catat nomor telepon Kedubes RI atau Konjen RI di negara yang bersangkutan.

10. Bawalah peta. Bila tidak mendapatkan peta daerah yang bersangkutan di tanah air, biasanya peta sederhana bisa didapatkan di agen wisata.

11. Bila sampai bandara negara tujuan sudah sangat larut, menginaplah di bandara. Memang tidak nyaman, tidur dengan posisi duduk di bandara, tapi ini akan lebih aman daripada mencari penginapan di tempat asing saat malam sudah sangat larut.

12. Bagi perempuan dewasa yang belum menikah, kenakan cincin yang menyerupai cincin kawin. Umumnya, perempuan yang disangka sudah menikah tidak akan diganggu. Kalau ada pria asing yang mencoba merayu dan Anda merasa terganggu, tunjukkan saja cincin Anda dan berujar, “Sorry, I’m a happy married woman.”

13.  Bawa gembok sendiri. Ketika meninggalkan penginapan, ada baiknya memasang gembok tambahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

14. Ketika tidur di penginapan, meskipun pintu sudah dikunci, letakkan pengganjal di belakang pintu, seperti meja atau letakkan barang yang bila jatuh akan menimbulkan suara yang cukup mengagetkan. Hal ini untuk menghindari masuknya tamu tak diundang. Sehingga kalaupun ada orang yang berusaha masuk ke kamar, kita mengetahuinya.

15.  Bawalah hand sanitizer. Bila kita akan menggunakan kloset duduk, oleskan dulu hand sanitizer ini di bibir kloset dan lap dengan tissue. Alat ini juga penting saat kita dalam perjalanan di mana air tidak banyak tersedia.

16. Di kendaraan umum seperti bus, letakkan selalu tas Anda di depan badan. Hal ini selain untuk menghindari kemungkinan tangan-tangan jahil yang berniat membuka tas, juga untuk melindungi para perempuan dari harassment. Sebenarnya tangan-tangan nakal tidak hanya mengincar bagian depan tetapi juga belakang, jadi waspadalah.

17. Jangan menatap orang yang tidak dikenal. Menatap dan melihat tentu tidak searti. Ketika menatap seseorang, bisa jadi orang tersebut akan memulai percakap dengan kita. Jika kita tidak menginginkan percakapan, janganlah tebar tatapan he he.

18. Jalan kaki. Usahakan ke mana-mana tidak mengandalkan taksi. Bila jaraknya tidak terlalu jauh, usahakan jalan kaki saja. Selain menghemat uang, juga akan lebih bisa merasakan atmosfer negara yang kita datangi juga atmosfer seorang backpacker🙂

Saat saya pergi ke salah satu negara Indochina, city tour saya lakukan dengan jalan kaki. Padahal ada paket city tour yang ditawarkan agen wisata di sana. Nyasar sana, nyasar sini (maklum backpacker yang satu ini seorang yang disorientasi arah) tapi malah jadi seru. Apalagi tidak semua orang yang ditanya mengerti Bahasa Inggris, jadi ya ber-tarzan ria.

19. Tanya. Jangan sungkan bertanya meski orang yang ditanya tidak mengerti bahasa kita. Jangan sampai kesulitan komunikasi membuat kita kapok bepergian ke luar negeri. Setiap kali mau makan, bagi Anda yang makan makanan halal, selalu tanyakan terbuat dari apa makanan tersebut.

Lainnya mungkin standar saja, seperti tidak mengenakan perhiasan berlebihan. Lalu bawa dan simpan barang berharga Anda di tempat yang Anda rasa aman. Dan yang terpenting dari itu semua adalah BERDOA. Karena segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak Tuhan. Jadi tetap berhati-hati dan kemudian pasrahkan semua pada-Nya.

Note: ke-19 persiapan backpacking ke luar negeri di atas lahir dari kolaborasi pengalaman pribadi dan pengalaman penulis buku tentang jalan-jalan murah ke luar negeri, Claudia Kaunang.