Tags

,

Anda penggemar kopi? Selain dapat menghilangkan kantuk, minuman beraroma khas ini juga dapat meningkatkan konsentrasi. Di samping itu, kopi memiliki sejumlah manfaat lain bagi kesehatan. Apa saja?

Mengurangi risiko diabetes. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi yang berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) yang ditengarai dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa.

Mengurangi risiko kanker. Riset secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition, menjelang masa menopause, perempuan yang mengonsumsi 4 cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 38 persen. Hal itu terjadi lantaran kopi melepaskan phytoestrogen dan flavonoid yang dapat menahan pertumbuhan tumor. Namun konsumsi kurang dari 4 cangkir tidak akan mendapatkan manfaat ini.

Sirosis. Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena kecanduan alkohol.

Mencegah penyakit parkinson. Para peminum kopi memiliki risiko terkena parkinson setengah lebih rendah dibanding yang tidak minum kopi. Kandungan antioksidan di dalam kopi akan mencegah kerusakan sel yang dihubungkan dengan parkinson. Sedangkan kafein akan menghambat peradangan di dalam otak, yang kerap dikaitkan dengan alzheimer.

Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kopi tidak meningkatkan risiko jantung dan stroke. Sebaliknya, kopi justru sedikit mengurangi risiko stoke. Sebuah studi atas lebih dari 83.000 perempuan berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mimum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia pun menunjukkan hasil yang sama.

Mengurangi risiko batu empedu. Batu empedu tumbuh ketika lendir di dalam kantong empedu memerangkap kristal-kristal kolesterol. Xanthine, yang ditemukan di dalam kafein, akan mengurangi lendir dan risiko penyimpanannya. Dua cangkir kopi atau lebih setiap hari akan membantu proses ini.

Melindungi kulit. Konsumsi 2-5 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menurunkan risiko kanker kulit nonmelanoma hingga 17 persen. Kafein dapat memacu kulit untuk membunuh sel-sel prakanker, dan juga menghentikan pertumbuhan tumor.

Melindungi gigi. Kopi yang mengandung kafein memiliki antibakteri dan antilengket, sehingga dapat menjaga bakteri penyebab lubang menggerogoti lapisan gigi. Secangkir kopi setiap hari terbukti dapat mencegah risiko kanker mulut hingga separuhnya. Senyawa yang ditemukan di dalam kopi juga dapat membatasi pertumbuhan sel kanker dan kerusakan DNA.

Kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan konsentrasi dengan cara merangsang otak, bahkan diperkirakan bisa meningkatkan daya ingat jangka panjang. Selain itu kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat lebih segar dan energik. Kafein pun dapat membuat badan tidak cepat lelah, sehingga bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, hal ini diperkirakan karena kafein membuat ‘bahan bakar’ yang dipakai otot lebih lama. Tidak heran jika kopi begitu populer di tengah masyarakat.

Dampak Negatif. Namun kandungan kafein pada kopi juga memiliki efek negatif. Kafein sebagai kandungan utama kopi bersifat stimulan yang mencandu. Kafeine mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Dampak negatif itu muncul bila kopi dikonsumsi secara berlebihan.

Kafein juga menyebabkan susah tidur dan meningkatkan kecemasan. Selain itu kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memperparah sakit maag dan nyeri lambung.

Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa kafein bisa menganggu kehamilan, meningkatkan risiko keguguran, atau bayi lahir dengan berat badan lebih rendah. Namun demikian, para ahli tetap menganjurkan kaum ibu untuk berhati-hati. Sehingga bila berencana hamil atau sedang hamil, disarankan membatasi kopi. Untuk amannya ibu hamil disarankan tidak minum lebih dari satu cangkir kopi sehari.

Sumber: http://majalahkesehatan.com
http://female.kompas.com
http://www.susukolostrum.com