Tags

(Gambar: http://www.arnanmax.com)

Alay. Kata ini sering kali diucapkan orang belakangan ini. Ada yang bilang alay itu singkatan anak layangan, anak lebay, ataupun agak lebay. Buatku, alay itu amat lebay.

Berbagai pendapat dan pandangan muncul terkait alay ini. Norak, kampungan, selera rendah, dan sebagainya dicapkan pada alay. Menurutku, itu justifikasi tanpa dasar. Apakah kampung itu jelek? So, yang bagus-bagus dan jadi acuan adalah yang serba kota, serba metropolitan begitu? Lalu tentang selera rendah. Apa yang bisa jadi alat ukur selera?

Jadi soal style, selera, dan sebagainya terserahlah masing-masing orang. Nggak harus seragam kan soal style dan selera?

Nah, yang mau aku tulis adalah tentang SMS alay. Ya, SMS yang amat lebay, amat berlebihan, setidaknya buat aku. Sebenernya terserah juga sih orang-orang mau nulis SMS kayak gimana, tapi gara-gara amat lebay, jadi kesusahan baca SMS itu.

“q tWo, qMo mANk cLiD wAd cYanK m qHo…. tPhE qMo pLu tHwO, mY LuPi aLwaYs 4’U… cO’nA cMa qMo YaNk WaD qHo cYuM…k’tHwA„n cNeNk…tHanKz b’4„„yOz aLaWAiCe d bEz iN meYe heArD„„tHo_tHo.. LupHz yOu„„”

Huh huh huh… Ngos-ngosan bacanya… Ternyata maksudnya begini: “Aku tahu, kamu memang sulit buat sayang sama aku. Tapi kamu perlu tahu, my love always for you. Soalnya cuma kamu yang buat aku senyum, ketawa, dan seneng. Thanks before. You always in my heart. Dadagh. Love you.”

Itu contoh tulisan alay yang aku ambil dari  sini.  Biasanya kalau dapat SMS alay, dan aku udah bener-bener pusing plus nggak tahu apa maksudnya, SMS itu nggak akan aku balas. Masih maklum sih kalau menyingkat kata-kata di SMS, banyak orang melakukannya untuk menghemat karakter. Apalagi singkatannya masih singkatan yang wajar, juga nggak pakai huruf besar kecil, jadi nggak bikin pusing. Kalau SMS alay, bukannya jadi memperpendek karakter, malah kadang jadi panjang dan membingungkan.

Aku jadi ingat waktu baru beberapa bulan di Bandung, teman-teman lamaku pada komplen sama SMS yang aku kirim. He he waktu itu aku sempat terserang virus alay. “Vitong, lo udah salah gaul kayaknya. Nggak nyangka gw. Kirimi gw SMS yang bener, gw gak bisa baca SMS lo yang tadi, gw delete jadinya.”

Aku jadi rada alay gara-gara sering SMS-an sama orang yang rada alay juga. Sekarang masih ada sisa-sisanya juga sepertinya. Misalnya aku kadang masih nulis: ‘Gi ngp?’ (lagi apa); ‘muph’ (maaf); ‘lz’ (balas); ‘bil ngp?’ (sambil apa). Terkadang masih menimbulkan protes juga singkatan-singkatan itu. So, aku harus inget-inget untuk nggak pakai singkatan itu.

Terkadang manusia, termasuk aku tentunya, punya sisi-sisi lebay. Aku juga sih sering menggunakan kata-kata atau kalimat yang nggak lazim sehingga menurut beberapa orang terdengar lebay. Tapi menurutku sepanjang nggak mengganggu dan menyusahkan orang lain ya nggak masalah. Menurutku lagi, kalau mau kirim SMS alay, lebih baik kirimnya ke sesama penganut SMS alay saja biar sama-sama nyambung.

Oh ya, yang aku nggak ngerti, kenapa ya SMS alay itu sering pakai tanda baca yang jadi bikin aneh maksud kalimatnya. Misalnya ini nih SMS yang pernah aku terima: “Aquwh dagh maem???? Vt dagh jg?”

Lah mana aku tau dia udah makan atau belum. Kok dia menanyakan dirinya udah makan atau belum ke aku. Benar-benar tidak kumengerti😦 Gajebo….