Tags

,

Dalam ilmu kedokteran, sindrom adalah kumpulan dari beberapa gejala-gejala medis, tanda-tanda, fenomena, atau karakter yang selalu muncul sekaligus. Istilah sindrom dapat digunakan hanya untuk menggambarkan berbagai karakter dan gejala, bukan diagnosa. Namun terkadang, beberapa sindrom dijadikan nama penyakit.

Umumnya, sindrom-sindrom yang diderita manusia dinamai berdasarkan nama ahli yang pertama kali mengamati keberadaan sindrom tersebut. Namun, ada loh sejumlah sindrom yang dijuluki berdasarkan nama karakter pada dongeng atau novel ternama. Misalnya saja sindrom-sindrom berikut ini:

Rapunzel Syndrome: Rapunzel, adalah nama seorang putri dengan rambut yang amat panjang dalam dongeng. Secara medis, sindrom ini disebut juga trichobezoar. Penderita sindrom ini mengalami gangguan usus karena sering memakan rambutnya sendiri. Sindrom ini umumnya muncul pada penderita trichotillomania, kelainan psikologis yang mendorong penderitanya untuk mencabuti rambut dari kepalanya sendiri.

Othello Syndrome
: Sindrom ini dinamai berdasarkan nama karakter pada novel karya Shakespeare yang membunuh istrinya akibat ketakpercayaan yang berlebihan. Sindrom ini sering juga disebut kecemburuan delusional. Penderita sindrom ini secara kukuh menyakini bahwa pasangannya adalah orang yang tidak setia. Ketakpercayaan ini ditunjukkan dengan menuduh, membuntuti atau bahkan menyakiti pasangannya untuk membuktikan kesetiaan mereka.

Lady Windermere Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari nama tokoh dalam drama karya Oscar Wilde. Sindrom ini disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan batuk secara terus menerus, nafas yang tersengal-sengal dan gangguan paru-paru. Sindrom ini biasanya diatasi dengan mengkonsumsi antibiotic dan obat-obatan anti tuberculosis.

Peter Pan Syndrome
: Sindrom ini dinamai berdasarkan nama karakter karya J.M. Barrie yang menolak untuk tumbuh dewasa. Penderita sindrom ini menampakkan ketidakdewasaan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Mereka menolak untuk diberi tanggung jawab, menolak menerima norma yang berlaku, mengutamakan fantasi yang mereka miliki dan selalu membutuhkan asuhan ibunya.

Mowgli Syndrome: Sindrom ini dinamai berdasarkan nama karakter utama pada buku “The Jungle Book” karya Rudyard Kipling. Sindrom ini menggambarkan anak-anak dengan mental dan kemampuan fisik yang lemah akibat penolakan atau pelecehan dari orang tuanya. Sindrom ini juga menggambarkan anak-anak yang tumbuh tanpa adanya kontak dengan orang lain.

Cinderella’s Syndrome: Dinamai berdasarkan karakter dalam cerita karya Charles Perrault. Sindrom ini biasa dialami oleh anak yang diadopsi atau anak tiri. Penderita sindrom ini umumnya akan berfantasi bahwa mereka telah dianiaya atau diterlantarkan oleh orang tua angkat atau ibu tiri mereka.

Pickwickian Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari Joe Pickwick, karakter dalam novel karya Charles Dickens, “The Pickwick Papers”. Secara medis sindrom ini dikenal juga dengan nama “obesity hypoventilation syndrome”. Sindrom ini ditandai dengan kombinasi antara obesitas dan kesulitan bernafas saat tidur.

Huckleberry Finn’s Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari nama tokoh pada novel karya Mark Twain. Penderita sindrom ini umumnya adalah anak-anak yang memiliki kelebihan secara intelektual. Penderita sindrom ini memiliki kebiasaan untuk melalaikan tanggung jawab yang mereka terima karena merasa tidak setuju dengan pola pengasuhan, atau merasa diabaikan oleh orang tua mereka. Sindrom ini juga dapat diderita oleh anak-anak normal yang terlahir dari orang tua yang memiliki keterbelakangan mental.

Dorian Gray Syndrome: Dorian Gray adalah nama karakter dalam novel karya Oscar Wilde. Dorian Gray adalah seorang pria tampan yang menginginkan potret dirinya dapat bertambah tua menggantikan dirinya sendiri. Penderita sindrom ini memiliki sikap kritis yang berlebihan pada penampilan fisiknya. Mereka tidak mampu berkompromi dengan penuaan, dan amat bergantung pada kosmetik dan produk kecantikan untuk mempertahankan kemudaannya.

Alice in Wonderland Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari nama tokoh pada kisah karya Lewis Carroll. Penderita sindrom ini mengalami distorsi visual dan merasa bahwa bagian tubuh atau benda-benda disekitarnya berubah ukuran. Penderita sindrom ini umumnya adalah penderita migran, epilepsi atau orang yang mengkonsumsi narkotika dan obat penenang.

Copas dari: http://www.lautanindonesia.com