Tags

,

Pluk. Seekor ngengat mendarat di bantal saya. Wah apa dia pikir bunga-bunga di bantal saya itu bunga betulan ya, jadi dia seenaknya saja mendarat. Buru-buru saya bebaskan ngengat yang mungkin masuk kamar saya karena tersesat tersebut.

ngengat yang nyasar ke kamar saya mirip ngengat ini(Ngengat yang nyasar ke kamar saya mirip sama ngengat ini. Gambar: http://www.wikipedia.com)

Itu kejadian Sabtu pagi. Minggu pagi, saya dibangunkan oleh ngengat yang lagi-lagi nyasar ke kamar saya. Kalau dilihat-lihat, ngengat itu kok mirip sama ngengat yang saya bebaskan pada Sabtu pagi ya. Waktu mau saya tangkap, ngengat itu langsung terbang dan bercokol di langit-langit kamar. Wah betah sekali ngengat itu, sudah berjam-jam masih saja bergeming di tempatnya.

Mendadak teringat ngengat vampir. Ngengat yang bertamu ke kamar saya itu ngengat vampir atau bukan ya. Dari googling saya berkesimpulan sepertinya dia bukan vampir. Ngengat vampir ditemukan di Siberia. Menurut prediksi entomolog dari Universitas Florida, Jennifer Zaspel, ngengat tersebut berkembang dari ngengat pemangsa buah.

(Ngengat vampir. Gambar:  http://www.atom.com)

Fakta menunjukkan, hanya ngengat jantan yang mampu menusuk kulit dan menghisap darah. Zaspel yakin pejantan berupaya mendapatkan garam lebih banyak, untuk kemudian ditransfer ke ngengat betina saat kawin. Kandungan mineral dari asupan darah juga bermanfaat untuk menambah gizi bagi larva muda yang hanya makan daun. Mineral yang dibutuhkan terutama menambah pasokan sodium yang tidak banyak diperoleh dari daun.

Semula saya menyebut serangga yang masuk kamar saya itu kupu-kupu. Tetapi dari googling, saya akhirnya tahu kalau dia itu lebih tepat disebut ngengat. Kupu-kupu dan ngengat (rama-rama) merupakan serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau serangga bersayap sisik (lepis, sisik dan pteron, sayap).

Perbedaan ngengat dan kupu-kupu didasarkan pada waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Ngengat sering disebut sebagai kupu-kupu malam lantaran kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal). Sedangkan kupu-kupu pada umumnya aktif di waktu siang (diurnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya.

Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat dijadikan pegangan yang pasti. (H. van Mastrigt dan E. Rosariyanto. 2005. Buku Panduan Lapangan Kupu-kupu untuk Wilayah Mamberamo sampai Pegunungan Cyclops).

Mengapa ngengat sampai masuk ke dalam kamar saya? Mungkin karena dia tertarik pada cahaya lampu di kamar saya, sehingga dia slonong boy lewat ventilasi. Satu hipotesis yang diajukan untuk menjelaskan fenomena ketertarikan ngengat pada cahaya adalah bahwa mereka menggunakan sebuah teknik navigasi bintang yang dinamakan orientasi lintang. Dengan menjaga sebuah sudut yang tetap dengan sebuah objek langit yang terang (bulan) ngengat dapat terbang pada garis lurus. Objek angkasa ini sangatlah jauh sehingga bahkan setelah terbang dengan jauh tidak ada perbedaan sudut yang berarti namun hal ini akan berbeda dengan cahaya buatan.

Cahaya buatan manusia belum muncul cukup lama untuk mempengaruhi evolusi sistem navigasi ngengat. Ketika ngengat menemukan sebuah cahaya buatan yang lebih dekat dan menggunakannya untuk navigasi, sudutnya berubah dengan signifikan. Setelah menempuh jarak yang dekat, insting dari ngengat tersebut mencoba memperbaikinya dengan berbelok ke arah cahaya dan hal ini pada akhirnya mengakibatkan pola terbang spiral yang semakin mendekat pada sumber cahaya.

Ngengat jantan juga suka pada cahaya lilin. Sebuah teori menyebutkan ketertarikan ngengat jantan terhadap lilin didasarkan dari indra penciuman. Ada bukti bahwa penciuman mungkin, pada beberapa kasus, diperantarai dengan pendetaksian spektra infra-merah dari sebuah bahan [Wright, R. H., The Sense of Smell. CRC Press, London (1982)] dan spektra inframerah dari api lilin kebetulan mengandung garis-garis emisi yang mirip dengan frekuensi getar feromon ngengat betina [Callahan, P.S., Moth and candle, Applied Optics 12, 3089-3097] sehingga ia tertarik pada api lilin.

Berbicara ngengat dan kupu-kupu, jadi ingat dulu pernah ada kupu-kupu yang hinggap di jilbab saya. Lucu deh, jadi seperti pakai bros kupu-kupu🙂 Sayang, sebelum sempat difoto, kupu-kupunya sudah terbang lebih dulu.

Sumber: http://www.wikipedia.com
http://kang-adek.blogspot.com/2008/12/ngengat-vampir-ditemukan-di-siberia.html