Tags

,

Dari penyergapan Densus 88 Anti Teror terhadap sejumlah orang yang diduga teroris, diamankan sejumlah senjata. Jenis senjata yang kini dimiliki terduga teroris dalam jumlah besar adalah senapan serbu AK-47 dan M-16. Sebelumnya, dalam serangkaian penggerebekan diamankan pula bahan-bahan peledak.


(Gambar Ak-47: http://watchurneighbour.com)

AK-47 singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947.  Kalashnikova merujuk pada pencipta senjata tersebut, Mikhail Kalashnikov. AK-47 diciptakan karena waktu Perang Dunia II pihak Russia (Soviet) ingin mengungguli senjata submachine gun yang diciptakan Jerman.

Model produksi pertama menggunakan receiver yang terbuat dari stamping (cetak besi) lembaran logam. Masalah yang ditemui adalah sulitnya mengelas railing pemandu dan ejektor, yang akhirnya menyebabkan banyaknya penolakan. Sebagai penyelesaiannya, receiver stamping logam digantikan dengan receiver machined (dibentuk dengan alat/mesin khusus). Proses ini memang lebih mahal, tapi untungnya alat-alat dan pekerja yang dibutuhkan sudah tersedia, sebelumnya dipakai untuk produksi Mosin-Nagant.

Pada 1959 sebuah rancangan baru dirumuskan dan diberi nama AKM (M untuk modernisasi). Model baru ini menggunakan receiver stamping logam dan dilengkapi sebuah muzzle break di ujung laras, untuk mengurangi tendangan. Selain itu ditambahkan juga penahan hammer (palu pemukul peluru) agar senapan bisa menembak dengan baik pada pilihan tembakan full-otomatis. Model baru ini beratnya sekitar dua-pertiga lebih ringan dari berat senjata awal.

Mayoritas produksi senapan Kalashnikov di luar Rusia, dengan lisensi maupun tanpa lisensi, menggunakan model AKM ini, karena mudahnya pembuatan receiver stamping. Model inilah yang paling banyak ditemui dan diproduksi di seluruh dunia. Tetapi, hampir semua senapan buatan Kalashnikov biasa disebut AK-47. Padahal sebenarnya AK-47 hanyalah senapan-senapan yang menggunakan tiga model receiver paling awal.

AK-47 memiliki keunggulan, antara lain ketahanan dan kehandalannya diberbagai medan, walaupun kena air, lumpur dan debu AK-47 masih bisa digunakan sebab piston gasnya yang besar. Keleluasaan jarak pada bagian-bagian mekaniknya, dan desain pelurunya, membuat AK-47 bisa tetap menembak dengan lancar walaupun komponen dalamnya terisi kotoran. Selain itu, gagangnya dibuat dari kayu supaya senapan tidak lekas panas.

Lorong laras dan kamar peluru, serta piston gas dan interior silinder gas AK-47 biasa dilapisi dengan krom. Ini sangat membantu memperpanjang umur alat-alat tersebut, karena mencegah korosi dan karat. Dan ini sangat penting, mengingat amunisi pada abad ke-20 sering berisi unsur merkuri yang korosif, yang mengharuskan pembersihan secara rutin untuk mencegah kerusakan.

Piston gas yang besar pada senjata ini menjadikannya tidak menjamin ketepatan dan kekonsistenan yang terdapat pada senapan-senapan yang lebih akurat (terutama lagi untuk penembakan jarak jauh). Jumlah rata-rata tembakannya adalah 600 per menit, sebenarnya lebih rendah dibandingkan M-16 yang memiliki jumlah rata-rata 700-950 tembakan per menit. Namun mengingat kalibernya yang besar yakni 7.62 mm x 39 mm, senjata ini sudah cukup mematikan.

AK-47 digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pasukan Taliban, tentara di banyak negara seperti Hongaria, Cina, Afrika, pasukan macan tamil di Sri Lanka, hingga anggota mafia atau pengedar ganja di Amerika Selatan. AK-47 bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 250.000 manusia di seluruh dunia tiap tahunnya. AK-47 sejak lama memang dikenal sebagai sebuah senjata otomatis yang dapat sangat diandalkan. Bentuknya yang sederhana namun sangat tahan banting, kecepatannya untuk memuntahkan banyak peluru dalam hitungan detik, dan murahnya biaya untuk memproduksi senjata ini membuat AK-47 menjadi senjata favorit di banyak lokasi konflik di dunia. Di beberapa tempat di dunia, bahkan harga sebuah AK-47 lebih murah dari pada harga seekor ayam hidup.

Kini, senjata jenis AK juga diproduksi di luar Rusia, seperti di Albania, Myanmar, Bulgaria, Korea Utara, Polandia, dan Romania. Berbagai modifikasi telah disematkan pada senjata ini, sehingga meski masih termasuk senjata yang berat namun keamanannya lebih terjaga.

Spesifikasi AK-47

Berat: 4,3 kg
Panjang: 870 mm (34¼ inci)
Panjang Laras: 415 mm (16,3 inci)

Magazen: 7,62 x 39 mm
Mekanisme: Operasi gas, bolt berputar
Rata-rata tembakan: 600 butir/menit
Kecepatan peluru: 710 m/s
Jarak efektif: 300 m
Amunisi: Magazen box 30 butir
Magazen: box RPK 40 butir
Magazen: drum RPK 75 butir
Alat bidik: Bidikan besi

(Gambar M016 dengan M203 peluncur granat: http://archive.kaskus.us/thread/2156876)

M16 adalah senapan serbu buatan Amerika Serikat. M16 menggunakan peluru 5.56 x 45 mm NATO. Senapan ini digunakan sebagai senapan serbu utama yang di pakai infanteri Amerika Serikat sejak 1967.  M16 adalah senapan serbu yang ringan, berkaliber 5.56 mm, air-cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan magazen, dan menggunakan bolt berputar. M16 dibuat dari besi, alumunium, dan plastik komposit.

Ada empat versi utama dari M16. Yang pertama adalah M16, yang diikuti oleh M16A1, yang menggunakan peluru U.S. M193/M196. M16 ini bisa ditembakan pada pilihan semi-otomatis maupun full-otomatis. Yang kedua adalah M16A2, yang mulai dipakai sekitar tahun 1980. M16A2 menggunakan peluru M855/M856 yang didesain Belgia (dan kemudian dijadikan standar NATO 5.56 x 45 mm). M16A2 bisa menembak semi-otomatis dan burst tiga butir. Yang terakhir adalah M16A4, yang menjadi standar untuk Marinir AS pada Operasi Pembebasan Irak, menggantikan M16A2.

Pada 1965 Angkatan Darat AS mulai mempersenjatai infanteri dengan senapan XM16E1 (diberi nama M16), tapi senapan-senapan ini diberikan tanpa peralatan pembersihan yang memadai. Selain itu, AD Amerika Serikat juga gagal memproduksi peluru 5.56 mm yang sesuai spesifikasi pabrik, ditambah dengan dirubahnya komposisi bubuk mesiu yang digunakan. Amunisi 5.56 mm baru ini ternyata merusak isi senapan, dan karakteristik pembakarannya meningkatkan kemungkinan kemacetan M16.

XM16E1 lalu dimodifikasi menjadi M16A1, yang sudah diberi lapisan krom, dan disesuaikan dengan amunisi keluaran Angkatan Darat. Selain itu senapan-senapan baru ini juga sudah perangkat pembersihan. Angkatan Darat memesan 840.000 senapan baru ini pada tanggal 28 Februari 1967. Program pelatihan intensif juga dilakukan untuk melatih pembersihan senapan, dan sebuah buku manual berbentuk komik disebarkan ke para tentara.

Receiver M16 terbuat dari alumunium. Laras, bolt, dan bolt carriernya terbuat dari besi. Popor dan pegangannya terbuat dari plastik. Model-model awal M16 termasuk ringan, dengan berat 2,9 kg, ini jauh lebih ringan daripada senapan-senapan tahun 1950-an dan 1960-an. Dan juga lebih ringan dari AK-47 yang beratnya sekitar 5 kg. M16A2 dan varian-varian yang lebih baru beratnya bertambah menjadi 3,9 kg.

Keunggulan M-16 adalah akurasi yang cukup tinggi karena memiliki kecepatan lesat peluru sampai 1000 m/s dengan cylic rate 800 rpm, efisien, dan memiliki peredam (silenced mode). Namun karena kalibernya yang kecil, 5.56 mm x 40 mm, jadi senjata ini kurang mematikan. Selain itu M-16 mahal dan sulit dicari lantaran tidak gampang ditemui di pasar gelap.

Spesifikasi M-16

Panjang: 1.006 mm (39,5 in)
Panjang Laras: 508 mm (20 in)

Magazen: 5.56 x 45 mm NATO, .223 Remington
Kaliber: 5.56 mm (.223 in)
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Rata-rata tembakan: 750–900 butir/menit
Kecepatan peluru: 975 m/s (3.200 ft/s); 930 m/s (3.050 ft/s)
Jarak efektif: 550 m
Amunisi: Magazen pendek 30-butir dan panjang 150-butir

(Gambar bom: nurseha.com)

Sejumlah bahan kimia diracik sedemikian rupa hingga terakitlah bom. TNT digunakan sebagai salah satu komposisi pembuatan bom. Bahkan yang ahli pembuat bom bisa mengubah gula menjadi sebuah bahan peledak dengan daya ledak cukup besar.

http://id.wikipedia.org/wiki/AK-47

http://www.fanannco.com/sejarah_senjata_ak47.html

http://id.wikipedia.org/wiki/M16

Pos Metro dalam http://nurseha.com/islam-dalam-berita/nasional/651-mantan-teroris-gula-dapat-diubah-jadi-bahan-peledak.html