“Tulisanmu kemarin ranking 1 loh,” ujar salah satu atasan saya beberapa tahun lalu.

“Tulisan yang mana, Mbak?”

“Yang video porno.”

“Oya? Padahal itu contain-nya kan nggak porno.”

“Lihat kata porno saja, banyak orang yang langsung melek loh.Yang suka porno-porno itu banyak.”

Di saat lain…

“Tulisanmu kemarin di atas loh. Sayang nggak ada runningnya ya?”

“Yang apa Mbak? Penggorokan? Soalnya aku piket sendiri sih.”

Ya, akhirnya saya lebih tahu, banyak orang yang suka pada sesuatu yang berbau porno dan kekerasan (bahkan kesadisan). Banyak juga yang menggemari mistisme. Media hafal benar perilaku khalayaknya. Makanya, dulu di televisi ada beberapa acara yang mengumbar sensualitas. Tayangan beraroma horor juga begitu merebak. Pun yang mengandung kekerasan mendapat perhatian lebih.

Di internet, video maupun gambar hot dapat ditemukan dengan gampang. Tidak hanya itu, game erotis dalam balutan anime manga maupun gambar 3D sangat banyak. Waktu malam-malam saya ke warnet, ada beberapa orang yang saya dapati sedang main game erotis itu. Bukan maksud saya ngintipin komputer orang, tapi nggak sengaja saja tertangkap mata saya (mm nggak tau gimana kok waktu itu kepala saya ngelongok komputer orang­čśŽ )

Hmm, karena banyak orang suka makan bakso maka tukang bakso ada di mana-mana. Karena banyak orang yang lagi suka berbaju vintage, maka baju itupun diproduksi dalam jumlah besar. Ada selera pasar yang diikuti demi berjalannya bisnis. Termasuk industri media. Fungsi media bukan saja memberi informasi tapi juga untuk hiburan. Bentuk hiburan bagi masing-masing orang berbeda-beda, makanya ada eksistensi tayangan dengan genre mistis, drama yang mengaduk-aduk perasaan, kekerasan, humor, dan sebagainya. Itu makanya pula, secara umum tv berita masih kalah pamor dibanding tv yang mengusung genre hiburan. Pun di dunia film, mengapa film yang mengumbar sisi-sisi sensualitas dan seksualitas selalu diproduksi, ya karena memang masih banyak yang nonton.

Orang-orang di industri media maupun film mungkin tidak pernah bermaksud untuk menginspirasi orang bertindak sadis, cabul, dan sebagainya. Tapi kenyataannya, terdapat kasus pemerkosaan yang dilakukan orang setelah melihat film porno. Ada kasus mutilasi yang dilakukan pelaku setelah melihat berita tentang mutilasi. Jadi teringat kata-kata Adam Smith, kata dia, tiap orang cenderung mencari keuntungan untuk dirinya, tetapi dia dituntun oleh tangan gaib untuk mencapai tujuan akhir yang bukan menjadi bagian keinginannya.