Tags

Mendung tidak berarti hujan. Cerah pun tidak berarti tidak hujan. Jadi sebaiknya, selalu bawa payung setiap kali keluar rumah.

Seperti Kamis 20 Mei kemarin, sejak pagi hingga tengah hari langit Bandung tampak cerah. Tapi menjelang masuk waktu shalat ashar, tiba-tiba turun hujan deras yang kadang disertai petir. Karena ke kampus dengan membawa tas yang sangat gemuk seperi orang yang mau pulang kampung, saya lupa memasukkan payung. Jadi ya kesusahan sendiri waktu hujan turun.

Saat hujan sedang deras-derasnya saya lagi ada di kelas. Hari itu saya ada jadwal bimbingann tugas akhir. Rasanya males banget mau bimbingan. Sudah hujan, gedung yang buat bimbingan juga lumayan jauh. Tapi now or never. Teman seperjuangan saya memberikan jaketnya ke saya buat dijadikan penutup kepala, sedangkan dia pake helm kayak pak polisi. Tapi karena hujan yang terlalu lebat, kami pun urung menerobos hujan tanpa payung. Alhasil kami berdua mengais-ngais payung, hingga kami temukanlah payung segede gaban yang tengah beristirahat dengan damai.

Untung payungnya ada dua dan raksasa pula, jadi cukup mengakomodasi kami yang membawa tas begitu gemuk. Asli tuh payung gede banget, mungkin segede payung penjual teh botol di pinggir jalan. Itu sebenernya payung milik jurusan. Sudahlah, demi bimbingan, demi tulisan yang sudah kami tulis tanpa melihat kehidupan normal, kami sabotase saja payung itu.

Karena hujan yang begitu lebat, usai bimbingan kami harus bengong-bengong di kampus hingga malam. Ketika kami memutuskan pulang sekitar pukul 21.30 WIB, udaranya sangat-sangat dingin. Penasaran juga, semalem itu suhunya berapa derajat celcius ya, soalnya di jalan saya sampai menggigil. Padahal teman yang mengantar saya pulang mengendarai sepeda motornya saja pelan-pelan.

Hmm masih hujan deras juga ya bulan Mei ini. Ternyata Jawa Barat merupakan salah satu wilayah Nusantara yang dilanda cuaca ekstrem pada pertengahan Mei ini. Jawa Barat berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada Rabu 18 Mei hingga Jumat 20 Mei 2009.

Selain Jabar, yang diprediksi tertimpa cuaca ekstrem adalah Sumatera Utara, Pesisir Barat Sumatera, Jambi, Lampung, Jawa Tengah bagian Timur, Jawa Timur, Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Tengah dan Tenggara, serta Papua bagian selatan.

Menurut BMKG, cuaca ekstrem disebabkan oleh adanya daerah tekanan rendah di wilayah Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera dan sebelah selatan pulau Jawa. Tekanan ini membentuk daerah pumpunan atau pertemuan angin di sepanjang pesisir timur Sumatera dan dari Sumatera bagian selatan hingga perairan selatan Jawa. Selain itu juga didukung oleh nilai kelembaban udara yang cukup tinggi yang dapat meningkatkan aktifitas pertumbuhan awan hujan seperti cumulonimbus di beberapa wilayah di Indonesia.

Menurut prakiraan cuaca BMKG, pada Jumat 21 Mei ini, Bandung diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 22-29 derajat celcius, dan kelembabap udara 67-98 persen. Hingga pukul 06.45 WIB, langit Bandung terlihat biru cerah dengan arakan awan tipis.

Seperti Membuang Anak

Ini nggak ada kaitannya dengan hujan, tapi percakapan ini digelar saat hujan deras Kamis kemarin. Ada pameo yang mengatakan tesis yang baik adalah yang bisa mengkritik balik teori yang digunakan. Nah, teman seperjuangan saya itu sudah hampir di tahap mengkritik balik. Berdasar pameo itu, tesisnya adalah tesis yang baik kan? Tapi menurut pengakuan dia, dia sangat sedih.

“Bayangin Ta, gw udah memelihara teori itu selama 6 bulan. Gw udah sayang banget sama dia. Eh di menit-menit akhir, malah gw campakkan pakai kritik gw. Rasanya kayak buang anak sendiri,” curhat teman saya.

“Hi hi hi lucu banget sih lo. Masak sih rasanya sampai kayak gitu. Kayak lo udah pernah punya anak aja.”

“Iya Ta, ntar lo pasti ngerasain juga. Gw jamin beberapa hari ini lo bakal kayak orang linglung mikirin teori elo. Waktu itu kan gw kayak gitu juga. Merenung terus kerjaannya tiap hari.”

Tulisan saya sampai detik ini saja sudah hampir membuat saya gila, nah kalau ditambah merenung dan berpikir keras tiap hari buat melahirkan model baru apa nggak jadi gila beneran tuh. Haduh jangan sampai deh…