Tags

,

(http://soccernet-assets.espn.go.com)

Barusan nonton streaming Red Bulls vs Juve, dan hasilnya sungguh sangat mengecewakan sekali. 1-3 Untuk kekalahan Juventus. Meskipun cuma friendly match, tapi pengen juga tetap menang. Waktu lihat begitu gampangnya pemain Red Bulls masuk ke area pertahanan Juve dan melesakkan bola ke gawang, tiba-tiba jadi keingetan sama Igor Tudor.

Tudor adalah pemain bola asal Kroasia yang bermain apik di Piala Dunia 1998 ketika negara pecahan Yugoslavia itu tampil dalam debut perdananya. Dalam PD 1998, Kroasia yang merupakan tim under dog justru impresif dan duduk di posisi ketiga saat kompetisi berakhir.

Penampilan Tudor yang baik membuat klub Italia Juventus kepincut. Di musim kompetisi 1998/1999, sang defender raksasa ini pun berhasil diboyong ke Turin. Bersama Juventus, Tudor menjalani hari-hari yang indah dengan mencicipi scudetto pada 2001/2002, 2002/2003, dan 2004/2005. Dia tidak sedang berseragam Juve saat La Vecchia Signora menyabet scudetto pada 2005/2006 lantaran dipinjamkan ke AC Siena. Seharusnya ada 3 scudetto yang turut diukir Tudor bersama Il Bianconero, sayang akibat calciopoli scudetto Juve pada 2004/2005 dan 2005/2006 dibatalkan dan DIBERIKAN kepada Inter Milan. Selain itu, Tudor juga pernah ambil bagian dalam beberapa Piala Super Italia yang diraih Juve.

Ketika menjadi skuad Juve, Tudor pernah mendapatkan penghargaan Croatian Player of the Year pada 2002. Selama karirnya di Turin, bersama dengan Paolo Montero, Mark Iuliano, Gianluca Pessotto, Lilian Thuram, Alessandro Birindelli, Nicola Legrottaglie, Jonathan Zebina, Giorgio Chiellini, dan Fabio Cannavaro, Tudor menjadi elemen penting pertahanan Juve.

(Bersama Zidane. tp://www.kastela.com)

Meski berposisi sebagai center back, namun Tudor tidak kehilangan daya gedornya. Dalam lebih dari 150 kali penampilan, dia menyumbang 20 gol untuk Juventus. Sayang, di tahun 2004 dia dibekap cedera parah. Pada musim kompetisi 2005/2006 dia  tidak lagi masuk dalam daftar starting line up dan malah dipinjamkan ke AC Siena pada Januari 2005. Bersama Siena pemain bertinggi 193 cm dan berat 90 kg ini mencetak 2 gol dalam 39 kali penampilan.

Ketika Juventus terdegradasi ke serie-B, Tudor kembali ke Turin. Namun cedera serius memaksa pria kelahiran Split 16 April 1978 ini terus menerus absen dari lapangan. Ketika kontraknya dengan Juve berakhir pada Juni 2007, Tudor memutuskan pulang kampung. Saat itu sebenarnya dia berkeinginan untuk gantung sepatu lantaran cedera berkepanjangan dan infeksi bakteri misterius di engkelnya.

(14 Oktober 2001, Juventus 3-3 Torino. http://www.wolfg-roth.de)

Namun setelah mengikuti serangkaian program rehabilitasi, dia kembali ke lapangan hijau lagi. 20 October 2007 saat melawan NK Zadar dengan seragam Hajduk Split (klubnya saat masih muda, sebelum bergabung dengan Juve), adalah penampilan pertama Tudor setelah 16 bulan absen merumput.

Namun lagi-lagi cedera engkel menghantuinya. Gara-gara itulah dia mengambil keputusan untuk pensiun dari pebola profesional pada 22 Juli 2008.

Adik perempuanku suka banget sama Tudor. Duluuu banget, waktu situs resmi Juventus punya program kirim pertanyaan ke pemain, aku pernah kirim pertanyaan pakai nama adikku. Entah Tudor sendiri atau bukan yang menjawab, tapi pertanyaan itu memang dijawab🙂

(Gambar: http://www.kastela.com)