Tags

Di home FB-ku muncul foto teman SMP yang baru saja di-tag sama adiknya. Sedari lulus SMP kami nggak pernah ketemu, biarpun rumah dia sebenarnya nggak terlalu jauh dari rumahku, juga waktu kuliah kami sama-sama di Jogja. Meski begitu, kami masih inget kalau dulu kami pernah menghuni kelas yang sama selama 3 tahun di SMP itu.

Temanku itu sekarang udah jadi pengusaha warnet yang cukup terkenal di kota kami yang kecil. Jadi ingat, dulu dia pernah melakukan hal konyol. SMP, saat bukan lagi anak kecil tapi juga bukan orang dewasa….

1. Melubangi Dinding Kelas

Waktu kelas 3, ada lubang kecil bekas paku di dinding kelas. Temanku yang pengusaha warnet itu punya kesibukan baru saat itu. Dia ini selalu mengutak-atik lubang yang awalnya sangat kecil tersebut. Kesibukan itu dilakoninya tidak hanya saat istirahat tapi juga waktu pelajaran berlangsung. Bahkan suatu kali dia sampai membawa obeng untuk memudahkan pekerjaannya ‘mengebor’ dinding.

Aku merasa aneh sama yang dilakukan temanku itu, tapi ternyata aku pun melakukan keanehannya itu. Saat istirahat sekolah kadang aku menyumbangkan tenaga untuk menggantikan dia membolongi dinding. Nggak cuma aku, tapi juga teman-teman yang lain. Hingga akhirnya kami berhasil membuat lubang seperti jendela di dinding. Awalnya kecil, tapi lama-lama semakin lebar sehingga bisa gunakan untuk mengintip kehidupan di luar sana. Maksudnya ngintipin anak-anak kelas 2 dan perpustakaan.

Dari lubang itu, kami suka memanggil-manggil anak kelas 2 yang ada di sekitar situ. Awalnya mereka kaget karena ada suara nggak ada rupa, tapi akhirnya lubang di dinding itu pun mereka kenal.Di kelas, lubang itu ditempeli dengan kertas agar guru-guru tidak curiga. Tapi suatu ketika kertas penutup itu dengan lugunya melayang jatuh. Kami sekelas pun diomeli guru.

2. Si Dandy

Aku punya teman yang kayaknya dia itu punya alter ego. Biarpun dia cowok, dia nih tukang dandan alias dandy. Waktu kelas 1 dia mencabuti sebagian alisnya. Dia kerap membawa hand and body lotion, dan bahkan bedak. Dia itu juga wangi, kami yang cewek-cewek aja kalah sama dia. Tapi di saat yang lain dia bisa jadi nakal, tukang berantem, sehingga berkali-kali harus dipanggil guru BP.

Waktu kelas 3, dia sering bawa sisir dan ke mana-mana selalu nyisir rambutnya. Pernah suatu kali waktu lagi siap-siap upacara dia malah sibuk nyisirin rambutku. Wah kayak tukang salon gitu deh. Tapi kemudian dia berubah drastis waktu naksir sama teman adekku yang notabene adik kelas kami. Dia masih dandy sih sebenernya, tapi dandan-dandan cowok gitu lah.

3. Masukkan Bola Ke Kelas

Lapangan basket SMP kami dulu letaknya begitu strategis karena dikelilingi kelas-kelas. Nah cewek-cewek abege itu kadang suka pada kumat centilnya, jadi saat olahraga basket, bukannya memasukkan bola ke ring tapi memasukkan bola ke pintu kelas di sekeliling lapangan. Yang bertugas mengambil adalah yang punya kecengan di kelas tempat bola disarangkan. Gara-gara sebel sama kami, guru kelas sebelah langsung menutup pintu kalau melihat kami mau olahraga, hiks….

4. Kirim Surat

Dulu hape belum sepopuler sekarang, apalagi buat anak-anak SMP. Karena itu, surat menjadi media paling populer untuk berkirim kabar. Kami sering tuh ngeliat ada anak yang populer banget soalnya sering dapat surat. Kebetulan, kalau ada surat yang dialamatkan ke sekolah kami, surat itu akan dipajang di jendela kaca ruang BP. Karena ingin populer juga, aku dan beberapa teman sekelas pun beramai-ramai saling berkirim surat. Kami biarkan surat itu berlama-lama nongrong di jendela kaca agar nama kami makin sering dibaca anak-anak yang lewat situ. Ha ha ada-ada saja.

5. Pesawat Kertas

Dari jaman SD hingga SMP mainan pesawat kertas masih populer aja. Kadang di kelas anak-anak cowok suka iseng menerbangkan pesawat kertas itu ke kalangan anak cewek. Kalau pesawat itu mendarat dengan sempurna di kepala seorang cewek, maka mitosnya dia akan menjadi pacar cowok yang menerbangkan pesawat itu. Hua ha ha.

Nah, waktu itu aku lagi suka banget bikin pesawat kertas. Pesawat yang sudah kubikin biasanya aku gambari atau aku beri nama layaknya pesawat beneran. Ketika pelajaran Sejarah (weis aku inget banget), aku memanfaatkannya untuk melakukan dua hal di satu kesempatan: menyimak pelajaran dan membuat pesawat kertas. Gara-gara habis baca koran tentang N-250 di pikiranku isinya pesawat melulu (ngayal gitu mau jadi pembuat pesawat, padahal nilai Fisika aja patut dipertanyakan he he). Eh tiba-tiba gurunya nyamperin aku.

“Kamu ini dari tadi sibuk ngapain sih?” tanya Pak Guru.
“Nggak ada kok, Pak,” kelitku.
“Haaa, apa ini? Ohh bikin pesawat. Ini anak cewek malah bikin pesawat-pesawatan, nanti saya bilangin ke bapak kamu loh,” kata Pak Guru yang rupanya kenal juga sama bapakku.
“Pak, lihat nih pesawatnya aku kasih nama N-250 Gatotkaca. Aku nggak cuma main-main kok Pak. N-250 itu itu juga sejarah kok,” ujarku berusaha ngeles.
“Wong bikin pesawat pas pelajaran kok nggak main-main,” kata Pak Guru lagi.
“Tapi Pak, N-250 itu bakal jadi sejarah industri penerbangan kita. Tahu nggak Pak, itu kan pesawat bikinan IPTN. N di 250 itu singkatan Nusantara atau Nurtanio. Nusantara artinya bikinan dalam negeri. Kalau Nurtanio itu perintis industri penerbangan di Indonesia. Sebelumnya kan ada pesawat CN, itu CASA Nurtanio, CASA itu dari Spanyol. Nah sekarang cuma pakai N, nggak pakai C Pak,” terangku seperti biasa dengan pelafalan tanpa titik koma.
“Oh gitu ya? Ya udah, tapi besok-besok kalau lagi pelajaran jangan bikin mainan lagi ya,” ujar Pak Guru akhirnya sambil membawa pergi pesawat buatanku.

N-250 pertama kali diluncurkan pada 1995. Tapi gara-gara krismon 1997, produksinya dihentikan. Konon pesawat ini akan kembali dibuat. Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turboprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km.(Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa. Penurunan ini untuk mengurangi biaya produksi).

N-250 adalah pesawat berteknologi fly by wire pertama di dunia. Fly by wire merupakan sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah, tetapi hal ini tidak berarti hanya menggantikan penggerakan oleh otot manusia diganti oleh pergerakan motor elektris/hidrolis. Dengan sistem ini maka pesawat akan gampang berbelok atau bermanufer. Bermanfaat dipakai di pesawat tempur yang tidak mengutamakan kestabilan.

Berat dan Dimensi N-250 Gatotkaca
Rentang Sayap : 28 meter
Panjang badan pesawat : 26,30 meter
Tinggi : 8,37 meter
Berat kosong : 13.665 kg
Berat maksimum saat take-off (lepas landas): 22.000 kg
(Meski mesin N 250 diturunkan kemampuannya, dimensi tidak akan diubah)

(Keterangan N-250 Gatotkaca dari berbagai sumber).