Tags

(http://positiveselftalk.com/images/miracles-happen.jpg)

“Semoga ada keajaiban buat gw,” tulisku dalam pesan singkat pada teman seperjuanganku beberapa waktu lalu.
“Pasti ada Ta. Kan elo emang anak ajaib,” balas temanku.

Keajaiban begitu kuharapkan ketika dead line semakin dekat. Saat itu aku sangat stress, karena rasanya seperti memanggul beban puluhan kilo sambil berlari karena dikejar anjing galak. Kebayang kan gimana rasanya?

Saking stress dan capek, tubuh jadi rentan sakit. Flu, demam, sakit kepala berkepanjangan, hingga asam lambung yang naik menyertai hari-hariku. Alhamdulillah sakitnya nggak berat, tapi cukup mengganggu juga sih. Sering teriak-teriak sendiri saat perut terasa perih atau bolak balik ke kamar mandi gara-gara muntah, akibatnya nggak konsen sama pekerjaan yang harus kuselesaikanšŸ˜¦

Di saat yang lain, hari-hari rasanya penuh dengan air mata. Bukan nangis sedih sih, lebih tepatnya tangis kesal. Waktu itu sempat merasa dunia begitu tidak adil. Pengen marah, tapi nggak tahu harus marah sama siapa. Akhirnya aku memilih mengisolir diri dari ‘peradaban’ (nggak lama sih, nggak sampai 24 jam). No internet. No phone. Just me and God.

Bagaimanapun, hujan lebat pasti akan berhenti dan berganti cerah di satu waktu. Dan saat-saat tergelap adalah saat menjelang fajar. Setelah itu, memang masih ada riak-riak air mata. Tapi begitu cepatnya Tuhan mengubah semuanya. Begitu cepatnya dia mengubah tangisku jadi tawa dengan sentuhan-sentuhan keajaiban-Nya.

Aku begitu bersyukur Dia mendengar doa-doaku. Aku merasa begitu disayangi-Nya karena Dia memberi banyaaaak sekali keajaiban dalam hidupku. Sebenarnya, hidupku sendiri adalah keajaiban yang Dia beri. Overall, yang tak kalah penting, Dia selalu mengirimkan ‘malaikat-malaikat tanpa sayap’ ketika aku jatuh. Alhamdulillah…..

Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa menikmati makananku, bisa tidur enak, bisa baca buku yang ringan, bisa nonton TV lebih lama, bisa keluar kota, dan merasa begitu lega saat bangun tidur. Sambil menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang tersisa, aku juga harus bersiap-siap membuka chapter lain dalam hidupku. Hmm chapter lain, semoga jauh lebih menarik dan lebih menyenangkanšŸ™‚

–After midnight with I Miss You (Incubus) and The Distance (Evan and Jaron)–