(Gambar: http://momentosdecandy.blogspot.com/)

Dia mudah menangis, tapi juga begitu mudah tertawa. Dia selalu bersemangat menjalani hidup, tidak peduli seberat dan seperih apapun. Dia gadis serampangan yang senang berbagi senyum dengan orang lain. Dialah Candy.


Cinta pertama Candy jatuh pada pangeran di atas Bukit Ponny. Seorang laki-laki berbaju khas Scotlandia yang membawa alat musik bagpipe. “Adik kecil, kau lebih cantik kalau tersenyum,” ujar Pangeran ketika melihat Candy yang sedang menangis.

Kelak, Candy tahu kalau Pangeran itu adalah Albert yang ternyata memiliki identitas asli William Audrey. William adalah seorang kaya yang mengangkat Candy jadi putri keluarga Audrey. Ketika menggunakan nama Albert, dia menjadi sosok yang selalu ada di samping Candy, meski tanpa Candy selalu sadari.

Anthony adalah sosok lain yang pernah hadir dalam hidup Candy. Dia sangat mirip dengan Pangeran di atas bukit. Anthony sangat sayang sama Candy. Tapi dia tewas dalam acara perburuan rubah.

Therius Grandchester atau Therius Baker yang akrab dipanggil Terry jadi sosok penting lainnya di hidup Candy. Bermula dari pertemuan tidak sengaja di atas kapal dari Amerika menuju Inggris, berlanjut hingga sejumlah pertemuan di asrama sekolah. Terry dikenal sebagai bangsawan Inggris yang sombong dan bengal. Tapi di mata Candy, Terry adalah orang yang sangat menyenangkan, jahil tapi ngangenin gitulah he he….

(Gambar: http://lovecandy-blog.blogspot.com)

To be honest, aku pengen banget Candy akhirnya sama Terry. Sayang, dalam cerita nggak seperti yang aku inginkan. Terry memilih menikah dengan Suzzana, perempuan yang rela mengorbankan sebelah kakinya diamputasi demi menyelamatkan Terry. Sebel banget sama Suzzana. Dulu waktu masih SMP, aku dan teman-teman mencorat-coret muka Suzzana di komik saking sebelnya. Padahal komik itu komik pinjaman di taman bacaan.

Hmm, karena Candy dan Terry nggak happy ending, kayaknya Terry harus diruwat. Setelah bikin bubur merah putih, nama Terry diganti aja deh jadi Pangeran Cunihin hi hi hi. Finally Princess Candy and Prince Cunihin lived happily ever after (Candy versiku loh). Nah kalau gini kan bagus ceritanya he he he….