“Maaf ya Teh, lantainya jadi kotor lagi, padahal baru dipel. Anak-anak pada nakal banget sih,” ujar si Teteh menantu ibu kost sambil mengepel lantai depan kamarku.
Hmm, nakal….

“Iiih nakal banget sih. Bisa nggak kalau diem dikit,” omelku sama teman sekelas yang sering kali mengusiliku. Dia ini gemar menutup mukaku pakai topi dia yang baunya ampun-ampunan. Dia juga sering kali menarik jilbabku sampai bentuknya acak adul nggak karuan. Di saat lain dia ngajakin salaman padahal tangannya udah mendekam sekian lama di bawah ketiaknya. Betul-betul anak nakal.

“Inget kenakalan kita waktu SMA ya,” ujar teman sekelasku saat SMA suatu kali. Hmm waktu itu apa kenakalanku ya? Aku sengaja ngeluarin kemeja seragam sekolah saat pelajaran, lalu ijin ke kamar kecil sekalian mampir ke kantin. Menerbangkan pesawat kertas saat pelajaran. Mukul-mukul meja sambil nyanyi-nyanyi waktu pelajaran kosong sampai diomelin guru. Pernah juga menggembosi ban sepeda motor seseorang sampai bener-bener abis anginnya. Mengelabuhi penjaga perpus demi bisa meminjam buku lebih dari 2.

“Ini anak kok nakal banget sih,” ujar ibuku waktu aku masih duduk di TK besar. Aku inget banget kelakuanku waktu itu, menyobek-nyobek daun tanaman hias ibuku. Waktu itu aku lagi marah sama ibuku soalnya dia maksa-maksa aku buat mandi sore lebih cepet dari biasanya gara-gara dia mau arisan.

“Jangan nakal sama adeknya dong,” kata ibuku suatu kali saat adikku yang paling kecil menangis karena ulahku. Waktu itu aku baru terdaftar jadi murid SMA. Adikku itu punya hobi membuat deretan mobil-mobilan seperti sedang mengantre hingga panjang banget. Karena adikku yang umurnya saat itu baru 3 tahunan terlihat serius, aku jadi pengen godain dia. Jadi aku sering kali pura-pura kepleset atau apa lah demi mengacak-acak susunan antrean mobil-mobilan itu. Yang kulakukan itu cukup ampuh membuah adikku menangis sambil jejeritan. Pfuuh puas rasanya, he he he.

Dalam masyarakat kita, kata nakal memang sangat sering didengar. Kata ini tidak hanya melekat pada anak-anak, tetapi kerap kali dilekatkan pada perempuan, polisi, artis, jaksa, dan sebagainya. Tentu makna nakal menjadi sangat luas. Artinya pun kemudian mengikuti konteksnya.

Nakal itu apa sih? Menurut pasal 1 ayat 2 Undang-undang Nomor 3 Th 1997 tentang Peradilan Anak, anak nakal adalah yang melakukan tindak pidana atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Pekerja sosial mendefinisikan anak nakal sebagai anak yang mengalami kesulitan penyesuaian diri yang menyebabkan melanggar hukum, sulit dididik dalam keluarga dan dapat membahayakan orang lain.

Nakal dalam beberapa kisah yang kutulis di atas tentu tidak merujuk pada definisi di atas. Nakal kadang dipakai untuk menggantikan tindakan yang sangat usil dan jahil. Nakal kadang dipakai untuk melakukan perlawanan. Nakal bisa berarti melakukan sesuatu sedikit di batas-batas terluar aturan dan norma.

Nakal itu lumrah. Manusiawi. Buatku nakal itu tidak selalu berkonotasi negatif. Justru karena nakal (dalam takaran yang wajar), bisa having funšŸ™‚ Bagi anak-anak, nakal itu berarti belajar untuk mengetahui adanya batas-batas dan norma sosial. Kalau nakalnya udah gede, seperti yang dilakukan teman sekelasku di kampus, misalnya, tentu buat having fun atau refreshing. Nakal yang extraordinary positive di mana di dalamnya mengandung unsur kekreatifan, keaktifan, atau keinovatifan justru bagus kan ya…

Yaaa, nggak apa-apa nakal sedikit biar lebih serušŸ™‚