Lately merasa seperti akan mengikuti lomba lari (lagi). Sekarang sedang mengencangkan tali sepatu. Lalu tidak lama mempersiapkan diri di garis start. Get set, ready, go!

(Antre toga)

Gedung Rektorat pada Rabu (14/7/2010) sejak pagi sudah dikerumuni mahasiswa yang sedang bersiap mengikuti ‘lomba lari’. Proses diawali dengan mengisi lembar kuisioner, lalu tanda tangan ijazah, dan mengambil pernak-pernik seremoni. Undangan, kalung, kartu parkir, kartu konsumsi, kartu buku wisuda, jas, dan topi. Jas biru dengan tangan buntung untuk sarjana, tangan pendek untuk magister, dan tangan panjang untuk doktor.

Setelah mengurus ini itu di rektorat, kami balik ke kampus. Aku baru saja melipat mukena saat teman sekelasku menghampiri dengan bertoga lengkap. Ha ha dia kayak mau ikutan karnaval aja. Rupanya dia minta difoto. Teman-teman yang lain ternyata ada yang ingin gabung difoto. Ada temanku yang berbatik tapi keukeuh mau pakai topi berumbai, dan ada satu lagi yang sok bintang iklan.

Usai dzuhur, di jurusan digelar farewell party. Seperti biasa jurusan Studi Pertahanan digabung dengan Studi Pembangunan. Untung digabung, jadi aku ada temen ceweknya. Maklum dari 20 orang di kelasku yang ikut seremoni, cuma aku satu-satunya yang perempuan.

Kami sengaja nggak makan siang dulu karena memang mau makan siang di Ā farewell party. Menunya ada sate sapi, soto daging, dan puff pastry soup. Untuk dessert ada puding dan sup buah. Waduh sate sapinya rada-rada alot euy. Daging-dagingnya pada nyempil di gigi kamišŸ˜¦ Mana nggak ada tusuk gigi, jadi kita banyak yang mati gaya. Sedangkan untuk soto dagingnya, ternyata aku masih nggak bisa makan makanan itušŸ˜¦

Saat acara disampaikan, S1 itu menerapkan. S2 itu mengembangkan. Dan S3 itu menciptakan. Itulah esensi mendasar yang membedakan ketiga strata tersebut. Setelah ini, ada yang akan kembali ke institusinya, ada yang kembali ke dunianya, dan ada yang memasuki dunia berbeda. Yeah, buat kami setelah seremoni ini, saat ijazah sudah di tangan adalah waktunya kembali menghadapi dunia nyata. Dunia yang lebih kejam dan menyeramkan dari pada ruangan sidang akhir.

“Kalau membuat kesalahan di sidang, dimungkinkan sidang ulang. Tapi di luar sana, ketika Anda membuat kesalahan bisa jadi ada pulau yang hilang atau pengangguran yang bertambah,” ujar Kepala Prodi.

Ketika peluru ditembakkan setelah aba-aba “get set, ready, go” track yang terbentang pasti tidak hanya mengarah pada satu jalan. Ada beberapa jalan yang terbentang yang harus dipilih. Apapun pilihannya, semoga itu yang terbaik. Amin.