Siapa yang tidak kenal Munir? Dia adalah aktivis yang aktif menyuarakan penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM). Dia kritis menyikapi kebijakan pemerintah. Tapi dia kemudian meregang nyawa di atas pesawat dalam perjalanannya ke Belanda. Siapa dalang dibalik penghilangan nyawa Munir? Tidak pernah terjawab jelas kendati sejumlah orang telah diajukan ke muka sidang.

Belum lama ini terjadi pembacokan aktivis anti korupsi. Puluhan jahitan harus dilakukan di kepalanya. Siapa pelakunya? Masih misterius. Yang jelas kekerasan dialaminya tidak lama setelah dia melaporkan indikasi rekening gendut pejabat di salah satu instansi negeri ini. Apakah ini berhubungan dengan kekerasan yang dialaminya? Wallahu a’lam.

Lalu, Marsinah, aktivis buruh yang sempat menghilang selama tiga hari lalu kemudian ditemukan tewas. Hasil otopsi menyimpulkan Marsinah tewas akibat penganiayaan berat. Siapa yang menculik, menganiaya, dan membunuhnya? Hingga 17 tahun setelah peristiwa itu, kasus itu masih buram dan tidak memuaskan.

Lainnya, Wiji Thukul, aktivis yang vokal menyuarakan rakyat kecil. Dia berani berseberangan dengan penguasa melalui seni. Hingga akhirnya dia menghilang. Di mana Wiji Thukul? Tidak ada yang tahu. Dia seperti raib ditelan bumi.

Koordinator Kontras Usman Hamid, dalam sebuah perbincangan di televisi swasta menyatakan, kantornya sudah beberapa kali dirusak secara misterius. Ancaman dan teror juga kerap diterima anggotanya. Ada yang terusik benar dengan kegiatannya? Dengan kegiatan para aktivis itu?

Semoga pemerintah tidak hanya sibuk dengan politik pencitraan, tapi juga bertindak tegas dan berani terhadap kekerasan semacam ini. Watchdog itu perlu untuk menjaga hak rakyat, untuk menghindarkan bercokolnya  tiran, untuk menjadi penyeimbang penguasa melalui masukan-masukannya.

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

(Wiji Thukul)