“Kyaaa aku jadi endut sekarang,” ujarku kepada seorang teman saat baru sekitar 2 bulan tinggal di Bandung.
“Semua orang kalau tinggal di Bandung pasti endut, jangan khawatir, lo nggak sendiri,” kata temanku itu.
Hmm gimana enggak lebih berisi sebab kampusku dikelilingi penjual makanan beraneka macam.

Di Jalan Ganeca, aku dan teman-teman sering membeli cilok isi, siomay, gorengan, bubur kacang ijo, martabak mini, cireng, ataupun rujak. Di Jalan Ganeca itu juga ada Bakso Atom yang mengklaim sebagai penjual bakso sehat itu. Di Bakso Atom, aku paling suka bakso sutra-nya, enak dan unik karena ada tofu di tengah bakso.
Makan siang dengan harga unik bisa ditemui di kantin Masjid Salman. Tidak jauh dari Salman, berderet warung makan. Ada yang jual masakan ala Jepang, mie kocok, bakso, masakan Padang, dll.

Gambar Bakso Atom. Tampaknya tidak enak, tapi sebenarnya enak bangetšŸ™‚

Sedangkan di Jalan Taman Sari, biasanya aku dan teman-teman makan lumpia basah, kupat tahu, pisang aroma, atau makan di salah satu warung nasi yang ada di sana. Salah satu yang unik sih ayam goreng kol. Jadi ayam gorengnya disajikan dengan kol yang juga digoreng. Sayang sambalnya tidak terlalu pedas.

Ayam goreng kol. Tampaknya tidak enak, tapi sebenarnya ini juga enakšŸ™‚

Sedangkan kantin di dalam kampus yang paling sering disambangi adalah Kantin Barat Laut. Maklum, kantin itu yang paling dekat dengan kelasku. Di sana, baksonya lumayan enak. Makanannya cukup banyak jenisnya. Tapi kalau datang sekitar pukul 15.00 WIB, biasanya makanan sudah banyak yang habis.

Ada lagi kantin di dekat Pusat Bahasa. Dulu waktu masih ikut kelas bahasa, aku dan teman-teman sering beli sosis olahan di sana.

Karena berlimpah tukang makanan dengan harga bersahabat itu, kami pun tidak pernah kelaparan selama di kampus he hešŸ™‚